Mengenang Nasir Zalba, Sosok Penjaga Kerukunan Umat Beragama di Aceh

Foto: Dok. Muhammad Nasril

Kepergian Nasir Zalba meninggalkan luka mendalam bagi sebagian pihak. Bagaimana tidak, sosok Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh itu terkenal sangat lantang dalam menyuarakan dan menyelesaikan persoalan konflik agama.

Dikalangan kerabatnya, Nasir dikenal sebagai salah seorang yang gigih dan amat serius perihal urusan konflik agama, khususnya di Aceh.

Mantan Kepala Sub Bagian Kerukunan Umat Beragama dan Ortala Kemenag Aceh, Muhammad Nasril, ikut merasakan langsung bagaimana ketegasan sosok Nasir Zalba dalam menyikapi persoalan kerukunan umat beragama.

“Nasir sosok pemberani dalam menyuarakan kerukunan umat beragama di Aceh, baik pada pertemuan lokal maupun tingkat nasional,” kata Muhammad Nasril pada readers.ID, Selasa (2/3/2021).

Penghulu muda KUA Kuta Malaka, Samahani, Aceh Besar itu menceritakan pengalaman paling terkesan bersama almarhum yaitu pada Maret 2020 lalu. Saat itu Nasir mengkritik hasil penelitian Balitbang Kemenag RI, yang menempatkan Aceh pada posisi paling bawah di hadapan Sekretaris Jendral Peneliti Balitbang dan Kapus FKUB di Jakarta.

Foto: Dok. Muhammad Nasril

Selain aktif dan sangat peduli akan kerukunan agama di Aceh, Nasir juga merupakan sosok yang paling gencar menyuarakan Aceh di tingkat Nasional.

“Dalam pertemuan-pertemuan dengan Forkopimda, ia juga meminta pemerintah Aceh lebih dalam merawat kerukunan termasuk melahirkan aturan/pergub pendirian rumah ibadah, sesuai amanah Qanun,” ujar Nasril.

Turun ke Lokasi Konflik

Tidak hanya lantang menyuarakan keberagaman agama dalam forum-forum resmi, almarhum juga sangat gigih dan semangat dalam menyelesaikan konflik antar umat beragama di Aceh dengan langsung terjun ke lokasi konflik.

“Bahkan pernah berbulan-bulan menginap di Singkil saat menjabat Kesbangpol, dan rela berangkat ke tempat konflik untuk bertemu tokoh meski menggunakan dana pribadi,” jelas Nasril.

“Termasuk semangatnya dalam menjemput bola program nasional ke Aceh dalam hal kerukunan. Pantang mundur meski beberapa kali usulannya belum tertampung,” tambahnya.

Foto: Dok. Muhammad Nasril

Nasril mengatakan, dalam hal berdiskusi Nasir juga merupakan sosok sederhana dan tidak mengenal status dalam membahas kemaslahatan umat.

“Hampir semua pertemuan dengan saya, beliau yang datang dan berdiskusi isu-isu terkini termasuk program di kantin sambil menikmati kopi,” ungkap Nasril.

Ketika konflik antar agama melanda Aceh Singkil memanas, sosok Nasir dengan kemampuan komunikasinya memahami kondisi datang menjadi pendingin suasana.

“Hal paling nyata bagaimana beliau menjembatani umat antar agama di Singkil terkait konflik, pendirian rumah ibadah,” kenang Nasril.

Foto: Dok. Muhammad Nasril

Sosok Dermawan

Selain karakternya yang lantang membela isu Agama dan menyuarakan Aceh di mata nasional. Sosok Nasir juga merupakan orang yang sangat dermawan. Sebut Nasril, sosok Nasir Zalba banyak mengasuh anak dan juga membantu anak yatim.

“Secara pribadi beliau sering memotivasi saya, dan mengajak aktif di FKUB. Wabil khusus beliau menitip pesan saat pergantian pimpinan di Kemenag Aceh. Meski tidak lagi di FKUB, komunikasi dengan beliau tetap berlanjut, dan selalu menyapa ‘Adoe’,” sebut Nasril.

Melihat kegigihan almarhum semasa hidupnya, menurut Nasril, layak mendapatkan tokoh kerukunan. Bukti nyata almarhum hadir dan aktif melakukan silaturahmi antar tokoh umat beragama. Hal itu, juga bisa dibuktikan dengan peran beliau yang pernah menjadi ketua tim penanganan konflik di Aceh Singkil.

“Kami turut berdukacita, semoga Allah menempatkan Almarhum di syurga-Nya bersama dengan para syuhada dan shalihin, diterima semua amalnya dan apa yang telah digagas menjadi amal jariahnya,” pungkas Nasril.

Total
60
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Isma Khaira Bakal Dapat Asimilasi Covid-19

Next Article

TNI Bangun Jalan Tembus ke Air Terjun Peucari Jantho

Related Posts