Mereka yang Tak Terima Dana Hibah (3)

Mereka yang Tak Terima Dana Hibah (3)
Aliansi Pemuda Peduli Aceh (APPA) menggelar aksi protes terkait dana Bansos yang dikucurkan untuk 100 OKP di Aceh, Senin (25/1/2021). Muhammad | readers.ID

Melihat persyaratan dasar tersebut, readers.ID kembali coba mengkonfirmasi beberapa organisasi mahasiswa dari perguruan tinggi yang langsung berada di bawah kementerian, yakni Pemerintah Mahasiswa (Pema) Universitas Teuku Umar dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltekkes Kemenkes Aceh.

BACA JUGA: 

EDITORIAL: Leaders are Readers

Dana Hibah Mengalir ke Rekening 100 OKP di Aceh (1)

Mereka yang Terima Dana Hibah (2)

Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar, Syafyuzal Helmi, mengatakan jika organisasi mereka tidak pernah mendapatkan informasi terkait adanya penyeleksian OKP yang bakal menerima dana hibah Covid-19.

“Pema Universitas Teuku Umar tidak tergolong ke dalam bagian dari penerima bantuan dana hibah Covid-19 dan sebelumnya juga tidak ada koordinasi sama sekali terkait penyaluran dana tersebut,” kata Syafyuzal Helmi, Selasa (26/1/2021).

Helmi menilai langkah pemerintah menggandeng beberapa OKP untuk melakukan sosialisasi penanganan Covid-19 tidak tepat. Dia agar Pemerintah Aceh lebih memikirkan tentang bagaimana memulihkan ekonomi masyarakat di Tanah Rencong selama pandemi, dan melihat masih banyaknya kaum duafa belum mendapatkan rumah layak huni.

“Harusnya pemerintah Aceh lebih memikirkan hal tersebut,bukan waktunya lagi untuk sosialisasi Covid-19, sudah telat waktunya saya rasa. Saran saya agar Bantuan tersebut betul-betul disalurkan kepada yang berhak dan layak untuk menerima bantuan,” ujarnya.

Menyikapi terkait pengawasan, Helmi berharap OKP penerima dana hibah dapat menyalurkan dengan baik dan tepat sasaran kepada masyarakat yang layak untuk menerima bantuan serta dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu,  Ketua BEM Poltekkes Kemenkes Aceh, Mutawazizi, mengaku pihaknya juga tidak pernah menerima kabar baik melalui lisan atau  secara surat resmi.

“Informasi (penerima dana hibah) melalui surat itu kita tidak dapat,” kata Mutawazizi, ketika dijumpai di salah satu warung kopi di Banda Aceh, pada Selasa (26/1/2021).

Mutawazizi mengaku, jika pun mereka menjadi salah satu lembaga penerima dana hibah yang ditunjuk Pemerintah Aceh untuk mensosialisasikan terkait Covid-19, pihaknya siap. Sebab, mereka sendiri merupakan mahasiswa yang bergerak fokus di bidang kesehatan.

“Kalau memang ada surat masuk dan dikhususkan untuk BEM Poltekkes, kita sebenarnya siap. Karena pun kita sudah tahu ranahnya kemana saja,” ungkap ketua BEM Poltekkes Kemenkes Aceh itu.

Selaku kelembagaan mahasiswa yang bergerak dalam bidang kesehatan, Mutawazizi dan rekan-rekannya tidak berkecil hati. Pihaknya tetap mendukung kelancaran dari penanganan Covid-19.

Menurutnya, pandemi memang harus ada penanganan secara serius. Oleh karena itu, organisasi-organisasi penerima dana tersebut harus memiliki program kerja yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Sehingga nantinya ada pertanggungjawaban, laporan-laporan dan sejenisnya, jangan nanti sudah tidak tepat sasaran. Kalau misalnya kita tidak dapat, kita juga tidak merasa sedih, ada cara lain dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang bisa kita selaku mahasiswa kesehatan,” tuturnya. [acl]

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Bersisa Mara di Baju Hijau

Bersisa Mara di Baju Hijau

Next Article

Kesbangpol Aceh Tidak Ikut Terlibat (4)

Related Posts