Nakes di Puskesmas Jeulingke Baru Dua Orang Divaksin

Nakes di Puskesmas Jeulingke Baru Dua Orang Divaksin
Vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia| readers.ID | Hotli Simanjuntak

Sejak dimulainya pelaksanaan vaksinasi di Aceh masih ada sejumlah tenaga kesehatan yang tidak mau divaksin. Berbagai penyebab ditemukan, dari alasan belum siap, karena penyakit komorbid hingga tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kesehatan) RI.

Padahal, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan adalah langkah pertama dan salah satu contoh bagi masyarakat dalam memerangi pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Simak, Golongan Orang Tidak Dapat Divaksin

Seperti yang terjadi di Puskesmas Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Kepala Puskesmas setempat, Juwairiyah Nasution mengatakan sejauh ini hanya baru dua tenaga kesehatan yang divaksin dari 40 nakes di sana.

Masih ada Nakes lainnya yang belum siap untuk menjalani vaksinasi. “Di Puskesmas ini belum semua divaksin, yang sudah baru dua. Yang lain ada yang belum siap, ada juga yang hamil, ada yang menyusui, ada yang penyakit komorbid,” kata Juwairiyah, Jum’at (5/2/2021).

Saat ditanyai kenapa masih ada tenaga kesehatan yang belum siap untuk divaksin. Juwairiyah menyebutkan mungkin sedang dalam keadaan kurang sehat.

BACA JUGA: IDI Aceh Minta Nakes Banyak Membaca Agar Tidak Terpapar Hoax

“Ngak siapnya mungkin itu lagi ngak enak badan atau lagi apa lah gitu, penyebabnya enggak bisa di vaksin karna juga ada yang penyakit hipertensi, ada yang dm juga,” ujar Juwairiyah.

Jubir Covid-19 Aceh, Safullah Abdul Gani (SAG) menyampaikan seharusnya tenaga kesehatan menjadi acuan agar vaksinasi di Aceh berjalan dengan lancar.

“Tenaga kesehatan adalah teladan dalam menyukseskan vaksinasi Covid,” kata SAG dalam Seminar virtual “Mengawal Program Vaksinisasi Covid-19 di Aceh”.

Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hendra Budian menyampaikan seluruh tenaga kesehatan wajib divaksin.

Hal itu disampaikan politisi Golkar ini dalam diskusi webinar nasional dengan tema “Mengawal Program Vaksinisasi Covid-19 di Aceh” yang digagas oleh oleh PT Indonesia Readers Multimedia, perusahaan pers dengan situs berita readers.ID, Kamis (4/2/2021).

“Semua perawat sebenarnya saat ini wajib divaksin, apalagi yang ASN (Aparatur Sipil Negara),” ujar Hendra.

BACA JUGA: Hendra Budian: Tenaga Medis Wajib Divaksin

Juru Bicara (Jubir) Presiden RI, Fadjroel Rachman mengajak warga untuk tidak terkecoh dengan banyaknya berita bohong yang beredar di sosial media. Tujuan dari vaksinasi ini adalah usaha pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona di tanah air.

“Semua dilakukan pemerintah adalah usaha dalam memutuskan rantaivpenyebaran virus corona,” ujarnya dalam seminar virtual “Mengawal ProgramVaksinasi Covid-19 di Aceh” yang digelar oleh readers.ID, Kamis (4/2/2021).

Fadjroel memastikan vaksin Covid-19 aman dan halal. Bahkan vaksin yang akan digunakan oleh masyarakat nantinya sama seperti yang diberikan kepada Presiden Jokowi.

“Vaksin yang digunakan untuk Presiden Joko Widodo sama dengan yang akan diberikan kepada warga. Halal dan aman,” kata Fadjroel.

BACA JUGA:

Jubir Presiden Minta Jangan Terkecoh Informasi Hoaks tentang Vaksin Sinovac

Jubir Jokowi: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir soal Vaksin

Karena itu, Fadjroel mengajak pemerintah daerah untuk bekerja lebih keras, dan mengedukasi warga tentang pentingnya vaksinasi.

“Vaksin ini adalah usaha pemerintah untuk menyelamatkan generasi dari pandemi Covid-19. Ini adalah ibadah,” ungkapnya.[acl]

Infografis Golongan Orang Tidak Dapat Diberi Vaksin Covid-19

Total
9
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Sempat Dirawat, M Alfi, Bayi Diduga Alami Gizi Buruk Meninggal

Sempat Dirawat, M Alfi, Bayi Diduga Alami Gizi Buruk Meninggal

Next Article

Rajut Silaturrahmi, Legend Sigupai Tour Match ke Sumut

Related Posts