Nova Iriansyah Enggan Berkomentar soal Cawagub

Foto: Rianza Alfandi/readers.ID

Gubernur Aceh Nova Iriansyah hingga saat ini belum memberikan pernyataan terkait isu Cawagub yang akan mendampainginya. Kendati Partai Nanggroe Aceh (PNA) telah mengeluarkan satu nama calon untuk menjadi Cawagub mendampingi Nova di sisa masa jabatannya. 

Nova mengatakan, terkait soal Cawagub dirinya harus berdiskusi terlebih dahulu dengan partai pengusung sebelum menunjuk siapa wakil gubernur.

“Itu di kesempatan lain nanti, saya kompromi dulu dengan partai pengusung,” ujar Nova singkat pada awak media Rabu (10/3/2021), usai menghadiri acara pemusnahan barang bukti di Lapangan Jasdam IM, Neusu Jaya, Kota Banda Aceh.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Partai Naggroe Aceh (PNA) resmi menunjuk Sayuti sebagai calon wakil Gubernur Aceh untuk mendampingi Nova Iriansyah pada sisa masa jabatan periode 2017-2022.

Keputusan tersebut sesuai dengan surat keputusan PNA nomor 535/PNA/B/Kpts/KU-SJ/ II/2021 yang ditanda tangan langsung oleh Ketua Umum PNA Irwandi Yusuf dan Sekretaris Jenderal Miswar Fuady, Jumat (5/3/2021).

Dalam keterangan tertulis yang ditetapkan di Bandung itu, Ketua Umum DPP PNA, Irwandi Yusuf mengatakan, setelah menunjuk Sayuti sebagai Cawagub sisa masa jabatan 2017-2022. PNA selanjutnya mengusulkan Gubernur Aceh untuk memilih Sayuti melalui Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Selain itu, perihal keputusan menunjuk Sayuti sebagai Cawagub juga disampaikan DPP PNA kepada semua partai pengusung pasangan Irwandi-Nova pada Pemilu 2017 lalu.

“Surat keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan-ketentuan dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan surat keputusan ini, maka akan masuk kembali ke mestinya,” tulis Irwandi.

Selajutnya, dalam hal penetapan Cawagub ini, kata Irwandi, DPP PNA sebenarnya sudah dua kali mengusulkan Cawagub Aceh sisa masa jabatan 2017-2022 dari PNA ke Majelis Tinggi PNA.

Yang pertama, yakni pada tanggal 14 Desember 2020, dengan nengusulkan 3 calon Cawagub yang sudah mendaftar ke DPP PNA, yaitu H. Muharuddin Harun, Muhammad Nazar dan Muhammad MTA.

“Namun, sampai dengan akhir Januari 2021, Majelis Tinggi PNA belum mencapai kesepakatan dan meminta DPP PNA untuk menambah jumlah kader PNA dalam usulan Cawagub Aceh sisa masa jabatan periode 2017-2022 dari Partai Nanggroe Aceh,” jelasnya.

Kemudian, terkait permintaan Majelis Tinggi PNA untuk menambah jumlah kader PNA dalam usulan Cawagub Aceh sisa masa periode 2017-2022, DPP PNA sudah mengkomunikasikan dengan beberapa kader yang dianggap memiliki kapasitas, integritas dan loyalitas untuk mendaftarkan diri ke DPP PNA.

“Namun, sampai dengan tanggal 1 Februari 2021, hanya ada 2 kader PNA yang mendaftarkan diri menjadi Cawagub Aceh sisa masa jabatan periode 2017-2022,” ungkapnya.

Oleh karena itu, DPP PNA melalui surat Nomor 532/DPP-PNA/II/2021 tanggal 2 Februari 2020, kembali mengusulkan ke Majelis Tinggi PNA dengan 5 Cawagub yang sudah mendaftar ke DPP PNA, yaitu H. Muharuddin Harun, Muhammad Nazar, Muhammad MTA, Muhammad Zaini dan Sayuti.

“Komunikasi antar Majelis Tinggi PNA sampai dengan awal Maret 2021 juga belum mencapai satu kesepakatan bulat untuk menentukan 1 orang Cawagub Aceh dari Partai Nanggroe Aceh,” kata Irwandi.

Oleh karena itu, 4 dari 5 anggota Majelis Tinggi PNA yakni Sayuti, Sunarko, Irwandi Yusuf, dan Miswar Fuady bersepakat agar DPP PNA menggunakan kewenangannya sesuai Pasal 16 ayat 6 Anggaran Dasar PNA, yaitu apabila dalam jangka waktu 30 hari, Majelis Tinggi PNA belum menetapkan keputusan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat 4 maka DPP PNA dapat menetapkan dan melaksanakannya sendiri.

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Seleksi JPT Pratama Rampung, Hasilnya Diserahkan ke Gubernur

Next Article
Angka Kemiskinan Tinggi, Nova Bicara Tiga Sektor Kebijakan Ekonomi

Libur Panjang, Nova Minta Masyarakat Tetap Waspada Covid-19

Related Posts