Pajaki Sembako, Kautsar: Masyarakat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Sekretaris Departemen Politik dan Pemerintahan DPP Partai Demokrat, Kautsar Muhammad Yus. Foto: Instagram/ @kautsar.atjeh

Sekretaris Departemen Politik dan Pemerintahan DPP Partai Demokrat, Kautsar Muhammad Yus, mengkritisi wacana pungutan pajak dari sektor sembako sebesar 12 persen sebagaimana tertuang dalam Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Menurut Kautsar,  seharusnya pemerintah dalam kondisi pandemi saat ini memberikan subsidi kepada masyarakat untuk mengakses sembako murah, bukan justru mengenakan pajak.

“Pajak membuat harga sembako menjadi mahal, sementara masyarakat saat ini sangat sulit mendapatkan uang akibat pendemi. Di mana-mana ada pengurangan biaya produksi dan pelayanan sehingga mengakibatkan PHK kepada para pekerja,” kata Kautsar.

Dikatakan Kautsar, permintaan bahan-bahan pertanian perkebunan juga menurun akibat lesunya permintaan karena lockdown, pembatasan aktifitas, serta sedikitnya uang yang beredar.

“Dalam situasi ini kok pemerintah justru bertindak sebaliknya. Kasihan masyarakat, sudah jatuh tertimpa tangga pula,” ungkap Kautsar.

Dalam situasi saat ini, lanjutnya, ada alternatif-alternatif lain yang perlu dicoba. Misalnya, negara bisa mengenakan pajak progresif kepada barang-barang mahal dan mewah.

Kemudian, negara bisa membuka kemudahan ekspor komoditi hasil pertanian perkebunan, UMKM maupun sumber daya alam.

“Apa saja yang laku di luar negeri, berikan saja izin ekspornya tanpa perlu hal-hal ideal. Memang untuk jangka menengah dan panjang kita rugi, tapi kita tak punya pilihan lain karena situasi ekonomi negara sedang emergency (darurat),” ungkap Kautsar.

Selanjutnya, Sekretaris Departemen Politik dan Pemerintahan DPP Partai Demokrat itu juga meminta agar negara menghentikan utang untuk sementara. Menurutnya, perlu mengevaluasi lagi penggunaan keuangan dari pinjaman luar negeri Indonesia.

“Hentikan penggunaan (utang) ke sektor infrastruktur, karena dampak dari proyek infratruktur adalah jangka panjang. Sementara ada masalah besar di depan mata kita. Begitu juga proyek-proyek mercusuar di bidang pertahanan juga patut dihentikan dulu,” ujar Kautsar.

“Musuh kita saat ini bukan intervensi dari luar negeri, tapi justeru kerawanan pangan, kesehatan dan pendidikan yang kita rasakan hari-hari. Uang-uang itu perlu digunakan untuk mendorong hal dasar saja. Butuh cara-cara yang tak biasa memang,” pungkasnya.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Kautsar: Negara Harusnya Subsidi Pendidikan, Bukan Malak Pajak

Next Article

Lepas Sapi di Darul Imarah Aceh Besar, Tebus Rp 300 Ribu atau Lelang

Related Posts