PDAM Tirta Daroy: Krisis Air di Banda Aceh Disebabkan Galian C

Dirut PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub. (Foto/Adam)

Menanggapi banyaknya keluhan dari masyarakat mengenai suplai air bersih di Banda Aceh, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy angkat bicara.

Kepada readers.ID, Dirut PDAM Tirta Daroy, Teuku Novizal Aiyub mengatakan sejauh ini perusahaannya telah menyalurkan air untuk 52 ribu pelanggan di kota Banda Aceh. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 10 hingga 100 pelanggan yang mengajukan komplain per harinya.

“Itu hanya 0,005 persen dari keseluruhan konsumen,” kata dia, Rabu (3/2/2021) saat berada di Water Treatment Plant milik Tirta Daroy di Lambaro, Aceh Besar.

Novizal memastikan PDAM Tirta Daroy akan menerima setiap keluhan dari masyarakat. Ia juga mengakui keluhan itu lebih sering disampaikan lewat media sosial, bukan ke perusahaan. Ia pun menilai hal itu wajar.

“Yang namanya keluhan, siapa pun akan mengeluh, dalam segi apa pun. Itu hal yang wajar. Ketika orang merasa tidak nyaman, maka akan mengeluh,” timpalnya.

BACA JUGA: Vokalis Apache-13 Kritisi Wali Kota Banda Aceh Terkait Suplai Air Bersih

Novizal juga menjelaskan, penyebab macetnya suplai air selama ini sering kali karena kendala pasokan listrik.

“Walaupun kita punya generator pembantu, tapi untuk menyalakannya saja butuh waktu satu jam,” kata dia.

Selain itu, kualitas air di sungai Krueng Aceh yang kian menurun, sambungnya, juga menyebabkan pasokan air bersih di Banda Aceh terganggu. Menurut Novizal, persoalannya terletak pada aktivitas galian C yang kian marak di kawasan hulu.

“Sepanjang tahun airnya sudah keruh akibat pengerukan galian C di hulu. Sehingga sangat berdampak kepada kualitas air,” imbuh Novizal.

Di sisi lain, ia meminta pengertian kepada masyarakat bahwa PDAM Tirta Daroy belum bisa memberikan pelayanan maksimal. Namun demikian, pihaknya akan memprioritaskan pelanggan yang rutin membayar tagihannya.

“Kita tidak layani keluhan dari pelanggan yang menunggak. Pun kita tidak punya kewajiban juga untuk menegur mereka. Sebab, SOP (standar operating procedure) kita demikian, jadi tidak gampang juga memutusnya,” tandas Novizal. (Fd)

Total
15
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Dapat Asimilasi, 16 Napi di Rutan Kelas II B Banda Aceh Dibebaskan

Next Article

Menghirup Udara Bebas Berkat Asimilasi

Related Posts