Pegiat Wisata Kumpulkan 80 Kantong Sampah di Pelabuhan Ulee Lheue

Aksi bersih-bersih sampah di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (14/2/2021). Foto: Dok, istimewa

Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Banda Aceh, melakukan aksi membersihkan sampah di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (14/2/2021).

Pada kegiatan itu, HPI yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, Polsek, Koramil, Genpari Aceh, IKAMBA dan Tosca. Berhasil mengumpulkan sebanyak 80 kantong sampah dengan jumlah peserta 100 orang.

Ketua DPC HPI Kota Banda Aceh, Siti Jihadun Nufus mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap objek-objek wisata yang berada di Kota Banda Aceh. Salah satunya adalah Pelabuhan Ulee Lheue.

“Ada 80 kantong sampah yang berhasil kami kumpulkan, dan sampah-sampah itu langsung diangkut untuk dibawa ke TPA,” kata Jihan.

Aksi bersih-bersih sampah di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (14/2/2021). Foto: Dok, istimewa

Awalnya, kata Jihan, kegiatan bersih-bersih itu direncanakan hanya gotong royong biasa, di mana pesertanya para anggota HPI Banda Aceh bekerjasama dengan petugas Pelabuhan Ulee Lheue saja.

“Namun setelah kami sampaikan rencana kegiatan ini kepada Bapak Iskandar, Kepala Dinas Pariwisata Banda Aceh, ternyata antusiasme beliau sama besarnya dengan semangat kami. Beliau mengajak berbagai organisasi dan pihak terkait lainnya sehingga gaung kegiatan ini pun terdengar semakin luas,” jelasnya.

Jihan menjelaskan kegiatan bernama Beach Cleaning itu merupakan yang kedua kalinya diinisiasi oleh HPI Banda Aceh. Dimana kegiatan pertama dilaksanakan pada tahun 2019 di Pantai Lamtong, Ulee Lheue.

“Setelah tim melakukan cek di beberapa lokasi wisata khususnya di Kota Banda Aceh, disepakati untuk tahun ini kami memilih Pelabuhan Ulee Lheue, dimana fokusnya adalah sampah yang ada dicelah-celah batu pemecah ombak,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap kegiatan bersih-bersih itu dapat memberikan output yang positif untuk Kota Banda Aceh, terutama kesadaran bagi pengunjung ke lokasi agar dapat bertanggung jawab terhadap sampah makanan dan minuman yang dibawa masing-masing.

“Karena sampah-sampah yang dibuang di antara batu-batu pemecah ombak tersebut akan terbawa kelaut ketika gelombang tinggi atau pasang. Tanpa disadari ini akan mencemari lingkungan yang pada akhirnya merugikan kita sendiri,” tuturnya.

Aksi bersih-bersih sampah di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (14/2/2021). Foto: Dok, istimewa

Selanjutnya, Finalis Duta Wisata Kota Banda Aceh tahun 2013 itu berharap adanya penambahan tong sampah baru dan papan imbauan untuk membuang sampah pada tempatnya di lokasi pemecah ombak tersebut.

“Mari kita sama-sama lebih peduli untuk menjaga lingkungan. Karena lingkungan yang bersih adalah cerminan dari perilaku masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kadispar Kota Banda Aceh, Iskandar, dalam arahannya menyampaikan agar semua pihak ikut menjaga lingkungan.

Kegiatan tersebut, kata Iskandar, bertujuan sebagai ajang silaturahmi, karena dengan banyak silaturahmi akan semakin panjang umur, ceria, sehat, sehingga imun tubuh bisa terus meningkatkan. Ini juga dalam rangka untuk melawan Covid-19.

“Dalam kegiatan ini juga harus mengutamakan protokol kesehatan, dimana prokes tetap utama, jangan sampai gara-gara kegiatan ini malah menularkan Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, ia juga berharap kegiatan ini bisa menjadi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terutama pedagang agar tidak membuang sampah sembarang.

“Mudah-mudahan mereka (pedagang) mendapatkan manfaat dari keberadaan objek wisata yang ada di Ulee Lheue ini. Saya juga berharap mereka sama-sama punya tanggung jawab terhadap keindahan dan kebersihan Ulee Lheue,” pungkas Iskandar. (ril)

Total
5
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

KIP Aceh Tak Punya Anggaran Untuk Pelaksanaan Pilkada

Next Article

Dua Mahasiswa Tangerang Tewas Dalam Kecelakaan di Aceh Besar

Related Posts