Pembangunan IPAL di Gampong Pande Kembali Dilanjutkan

Pembangunan IPAL di Gampong Pande Kembali Dilanjurkan
Beberapa batu nisan dengan berbagai jenis peninggalan Kerajaan Aceh di lokasi proyek IPAL Kota Banda Aceh (2017). readers.ID | Muhammad

Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, kembali dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.

Proyek tersebut sempat dihentikan pada 2017 lalu, karena di lokasi pembangunan IPAL ditemukan berbagai batu nisan peninggalan Kerajaan Aceh.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banda Aceh, T Jalaluddin mengatakan proyek pembangunan itu dilanjutkan usai disepakati bersama dan bersyarat.

“Rapat tersebut berkesimpulan menyetujui pembangunan IPAL dan jaringan air limbah domestik Kota Banda Aceh dilanjutkan dengan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Gampong Jawa, Gampong Pande dan pemangku kepentingan terkait lainnya,” kata Jalaluddin, pada Jumat (26/2/2021).

Rapat bersama dikatakannya, digelar pada Selasa (3/2/2021) lalu. Rapat yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan, T Samsuar, turut hadir Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh T Arif Khalifa, Sekda Amiruddin, Kepala Bappeda Weri, Kadis Perkim Rosdi, Kadis Pariwisata Iskandar, Kepala BPPW Aceh, Sekcam serta Muspika Kutaraja, Tim Arkeologi Universitas Syiah Kuala, TACB Banda Aceh, BPCB Aceh, Keuchik Gampong Pande Amiruddin, pewaris kerajaan dan para tokoh masyarakat.

Proyek juga dilanjutkan dengan syarat meninjau kembali desain pembangunan dengan memperhatikan keberadaan situs cagar budaya.

“Memperhatikan lingkungan sekitar terhadap dampak dari pelaksanaan lanjutan pembangunan dan jaringan perpipaan air limbah Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Jika pembangunan kembali dimulai, nantinya pihak Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Aceh diminta untuk mendampingi pengerjaan proyek tersebut

“Hal tersebut dilakukan apabila pada saat pekerjaan pembangunan berlangsung ditemui kembali situs arkeologi baru, maka seluruh instansi yang terkait, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah kota siap melakukan penyelamatan arkeologi,” kata Jalaluddin.

“Sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan baik dari segi hukum maupun segi sosial budaya,” tambahnya lagi.

Ia juga menjelaskan, surat yang ditujukan pada Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia dengan nomor 660/0253 tertanggal 16 Februari 2021, oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, bersifat umum dan bukan atas permintaan sepihak.

“Pernyataan yang beredar terlalu dibuat-buat, menyebutkan wali kota tidak cinta akan indatu itu sangat tendensius. Kita harap tidak ada pihak yang mencela. Wali Kota meneruskan setelah adanya kesepakatan bersama,” ucapnya.

Jalal mengatakan, rapat masih akan tetap berlanjut dalam waktu yang belum ditentukan. Namun, setiap langkah yang diambil tentunya akan melalui proses musyawarah semua pihak.[acl]

Total
7
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Perdana, AJI Gelar Debat Kandidat Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal

Next Article
Hari Ini, Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota Medan

Hari Ini, Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota Medan

Related Posts