Pemerintah Aceh Diminta Beri Perhatian Lebih Pada Situs Sejarah

Batu Nisan Kerajaan Aceh Ditemukan di Proyek Tol Aceh. Foto: Rianza Alfandi/readers.ID

Penemuan sejumlah batu nisan di sekitar proyek pembangunan Jalan Tol Sibanceh yang diduga makam kerajaan kuno mengundang banyak perhatian. Salah satunya berasal dari Forum Alumni Sejarah dan Kebudayaan UIN Ar-Raniry (FASKI).

Ketua FASKI, Zulfahmi, meminta pihak pemerintah untuk lebih peduli pada situs kuno yang merupakan bagian dari sejarah Aceh tersebut. Karena sangat disayangkan jika tidak diperhatikan dan urus.

Ia menyebutkan, nisan tersebut adalah makam para Raja dan para Ulama yang telah berjasa dalam membangun peradaban Aceh di masa lalu.

“Kami mengharapkan peran dari Pemerintah untuk tetap menjaga semua situs bersejarah yang ada di Aceh. Oleh karena itu setiap proyek pembangunan infrastruktur yang dibuat oleh pemerintah sepatutnya tidak menggusur apalagi merusak situs makam bersejarah milik para indatu kita terdahulu,” kata Zulfahmi, Jumat (12/2/2021).

Zulfahmi menjelaskan,  sekarang ada Undang-Undang No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya yang berisi untuk menjaga dan melindungi cagar budaya Seharusnya, kata Zulfahmi, hal tersebut harus benar-benar diimplementasikan agar semua situs cagar budaya terlindungi dengan baik.

BACA:

Puluhan Batu Nisan Kerajaan Aceh Ditemukan di Proyek Tol Aceh

Nisan Kerajaan Aceh di Proyek Jalan Tol Harus Diselamatkan

“Melalui UU ini kita berharap ke depan tidak ada lagi situs cagar budaya yang tak terurus apalagi menjadi korban atas proyek pembangunan pemerintah. Peranan pemerintah dan kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk sama-sama menjaga dan merawat peninggalan sejarah para pendahulu kita,” tuturnya.

Menurut Zulfahmi, batu nisan berbentuk bulat dan memanjang itu diduga milik para ulama yang hidup sekitar abad 16 hingga 19. Penemuan situs makam yang tidak terurus ini, adalah kelanjutan dari cerita banyaknya situs makam kuno di Aceh yang terbengkalai tanpa perhatian khusus dari pemerintah.

Sebelumnya di tahun 2017 ada lokasi situs makam bersejarah Kesultanan Aceh Darussalam di Gampong Pande dan Gampong Jawa yang ingin dibangun sebagai lokasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Diketahui sebelumnya, sejumlah situs nisan kuno ditemukan berserakan di lokasi pembangunan proyek jalan Sibanceh, tepatnya di pintu Tol Kajhu.

Total
31
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Tingkat Kepatuhan Masyarakat Aceh Pakai Masker Menurun

Next Article
Polisi Tangkap Kades di Aceh Utara Sedang Pesta Sabu

Polisi Tangkap Kades di Aceh Utara Sedang Pesta Sabu

Related Posts