Pemerintah Siapkan Rp 9,3 Triliun Atasi Kemiskinan di Aceh

Ilustrasi: BPS Aceh

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis data terbaru menempatkan Serambi Makkah daerah kemiskinan tertinggi di Sumatera. Guna mengatasi kondisi yang kian terpuruk itu, Pemerintah Aceh sudah menyiapkan dana sebanyak Rp 9,384 triliun.

“Pemerintah Aceh terus berupaya bertahan dengan kondisi pandemi ini dan kenaikan dibawah nasional. Namun kita akui harus bekerja lebih keras lagi di tahun ini,” kata Kepala Bappeda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, Selasa (16/2/2021).

BACA JUGAData BPS: Aceh Kembali Jadi Provinsi Termiskin di Sumatera

Anggaran Rp 9,384 triliun, kata Dadek, terdiri dari Rp 8,058 triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA), Rp 1,285 tiliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta Rp 41 miliar dari dana corporate social responsibility (CSR).

Dadek menjelaskan, dana tersebut belum termasuk dalam dana tugas pembantuan (TP), dana dekonsentrasi, dan APBD Kabupaten/kota 2021.

Selain itu, Dadek juga berharap agar dana desa juga difokuskan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 di tahun 2021.

“Sektor swasta dan UMKM juga harus dirangsang bangkit di tahun 2021 ini, semoga mereka bisa lebih tahan dan kreatif dalam mempertahankan aura bisnisnya,” sebut Dadek.

Selain itu, Dadek juga menyatakan angka kemiskinan di Aceh meningkat tajam sejak tahun 2000 hingga 2004. Hal itu disebabkan karena faktor konflik dan tsunami.

“Tahun 2020 angka kemiskinan kita 15,20 persen dan tahun 2021 ini 15,43 persen. Ini artinya Aceh tidak bisa disamakan dengan daerah lain dan harus bekerja keras dua kali lipat,” ungkap Dadek.

Di Aceh, jelas Dadek, terdapat enam sebab dan strategi mengatasi kemiskinan, yaitu dengan menekan pengeluaran masyarakat seperti program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), perumahan dan lainnya. Kedua, meningkatkan pendapatan masyarakat dengan berbagai bantuan, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan pelatihan kerja dan pendidikan.

Kemudian, yang ketiga dengan menekan transaksi ekonomi dengan meningkatkan jalan dalam keadaan baik, seperti proyek tahun jamak, menjaga stabilitas pangan dan menangani dampak bencana.

Seperti diketahui sebelumnya, penduduk miskin di Aceh hingga September 2020 bertambah sebanyak 19 ribu orang. Sehingga, saat ini menjadi 833,91 ribu orang, atau secara persentase menjadi 15,43 persen.

Penambahan ini menjadikan Aceh kembali menjadi provinsi termiskin di Sumatera (15,43%), disusul Bengkulu (15,30%) dan Sumatera Selatan (12,98%). Dibandingkan sebelumnya, pada bulan Maret 2020, jumlah orang miskin di Aceh 814,91 ribu orang atau 14,99 persen.[acl]

Total
1
Shares
3 comments

Tinggalkan Balasan

Previous Article
BBNTGL Resmi Berkantor di Aceh

BBTNGL Resmi Berkantor di Aceh

Next Article

Foto Feature: Razia Masker

Related Posts