Pertarungan Mayor dan Jenderal Rebut Tahta Demokrat

Pertarungan Mayor dan Jenderal Rebut Tahta Demokrat
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Moeldoko. Foto: Romeo Gacad/AFP dan Twitter/@SBYudhoyono

Partai Demokrat menghadapi masalah serius setelah sejumlah pendiri dan mantan pengurus nekat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Jumat (5/3/2021).

Adalah Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang lahir sebagai ketua umum lewat KLB yang diklaim berjalan sesuai AD/ART partai. Meski, Partai Demokrat yang sah memastikan seluruh pengurus loyal pada AHY.

Kesediaan Moeldoko jadi Ketum Demokrat versi KLB Sumut menggugurkan pernyataannya selama ini yang menyebut kisruh ‘kudeta’ di Demokrat sebagai isu internal, sehingga ia tak ikut-ikutan. AHY menyatakan secara terang benderang, Moeldoko terlibat.

Menurut AHY, apa yang dilakukan Moeldoko jauh dari nilai moral dan etika politik. Putra SBY itu mengingatkan dia dan Moeldoko adalah purnawirawan TNI meski dengan pangkat jauh berbeda.

“Saya juga dulu adalah prajurit. Beliau juga adalah prajurit. Dalam keprajuritan menghormati senior wajib dilakukan. Tapi dari para senior pula saya mendapatkan pelajaran tidak semuanya bisa menjadi contoh yang baik,” kata AHY.

Pangkat terakhir AHY adalah mayor, sebelum memutuskan terjun ke dunia politik pada 2017. Sementara, Moeldoko merupakan pensiunan militer dengan pangkat paripurna, jenderal bintang 4 usai jadi Panglima TNI pilihan SBY.

Berikut kiprah keduanya:

AHY mundur dari TNI di usia yang ke-39. Saat itu, terjadi pro kontra sebab ia memiliki karier cukup moncer di dunia militer. Mundurnya AHY saat itu untuk maju sebagai Cagub DKI Jakarta berpasangan dengan Sylviana Murni.

Namun, AHY kalah dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Ia pun kemudian ditunjuk sebagai Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, sebelum akhirnya dipilih untuk memimpin partai tersebut.

Secara akademik, ia merupakan lulusan akademi militer. Lalu, ia juga menempuh master di Administrasi Publik Harvard Kennedy School; Seskoad CGSC Fort Leavenworth, Kansas AS; Master di bidang Kepemimpinan dan Manajemen Universitas Webster.

Karier AHY di militer, pada 2013 ia merupakan perwira menengah di Mabes TNI sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning. Itu merupakan jabatan terakhir AHY sebelum dia mundur.

Ia juga sempat mendapatkan sejumlah penghargaan saat berkarier di militer, seperti medali dari pemerintah dan angkatan bersenjata Lebanon; Medali Kepeloporan; hingga Outstanding Alumni Award dari Universitas Nanyang. Kini ia mantap sebagai Ketum Demokrat.

Moeldoko

Sosok Moeldoko besar di militer. Ia merupakan mantan Panglima TNI. Secara pendidikan, ia merupakan alumni akademi militer, lalu doktor di bidang Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia.

Karier Moeldoko moncer di TNI. Kariernya memuncak usai ia ditunjuk sebagai Kepala Staf TNI AD (KSAD). Jabatan itu diemban Moeldoko terhitung sejak 20 Mei 2013. Dari posisi ini, ia memantapkan diri menjadi pucuk pimpinan tertinggi di TNI.

Sebab, tiga bulan berselang, SBY menunjuk Moeldoko sebagai Panglima TNI ke DPR untuk gantikan Agus Suhartono yang akan pensiun. Hubungan keduanya sempat harmonis, SBY presiden dan Moeldoko Panglima TNI.

Selesai menjabat Panglima TNI, ia pensiun. Namun tak hilang dari radar publik, ia memilih masuk ke dunia politik, layaknya SBY. Ia sempat menjadi Wakil Ketua Umum DPP Hanura pada 2017-2018. Hingga akhirnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan hingga sekarang.

Moeldoko sejatinya belum tercatat sebagai kader Demokrat. Dalam KLB pun muncul pertanyaan, sebab ia bukan merupakan sosok kader, telat hadir dalam KLB, tetapi bisa terpilih secara aklamasi. Kini, kedua pihak saling mengeklaim. ‘Cerita’ konflik di Demokrat memasuki babak baru.[]

Sumber: kumparan.com

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
'Pepesan Kosong' Jokowi Benci Produk Asing

'Pepesan Kosong' Jokowi Benci Produk Asing

Next Article

Foto Feature: Satwa Korban Tabrak Lari

Related Posts