PKS Dukung Pelaksanaan Pilkada 2022

Ketua Fraksi PKS DPRA, Zaenal Abidin. Foto: Rianza Alfandi/readers.ID

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zaenal Abidin, mengatakan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Aceh harus dilaksanakan tahun 2022. Hal itu berdasarkan payung hukum Pemerintah Aceh yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006.

“Kami juga tetap berpegang pada acuan yang sudah ada, yaitu undang-undang pemerintah Aceh. Di mana, harapannya pilkada itu tetap berjalan di tahun 2022,” kata Zaenal saat ditemui Readers.Id, Sabtu (13/2/2021).

Menurut Zaenal, Pemerintah Pusat harus melibatkan pihak yang berwenang dan stakeholder-stakeholder di Aceh untuk membuka ruang diskusi.  Mengingat, undang-undang kekhususan Aceh tidak lahir secara serta-merta.

“Kami berharap Pemerintah Pusat membuka ruang dialog seluas-luasnya kepada kami DPRA dan juga stakeholder-stakeholder lainnya,” ujarnya.

Di dalam undang-undang tentang Pemerintah Aceh, kata Zaenal, sudah jelas dicantumkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Aceh dilakukan setiap lima tahun sekali.

“Kemarin dari kawan-kawan sudah berinisiatif ke Jakarta untuk menjumpai KPU. Bahkan di internal kami di pusat, itu DPP PKS mendukung pelaksanaan pilkada itu 2022 sesuai dengan masa jabatan Gubernur dan Bupati yang akan berakhir pada tahun 2022,” ungkap Zaenal.

Terkait pelaksanaan Pilkada di Aceh, pihaknya belum melihat adanya upaya pelemahan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) karena terdapat dua payung hukum. Zaenal berharap,  KIP Aceh agar terus melakukan tahapan-tahapan pilkada karena itu adalah bagian dari persiapan.

“Solusinya memang Pemerintah Pusat harus mengajak kita di Aceh ini, sehingga nanti akan ada titik tengah, jalan temu. Kalau masing-masing bertahan, kita sah saja, karena kita punya undang-undang kekhususan Aceh dan pusat punya undang-undang Pemilu,” jelas Zaenal.

Total
2
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Tanpa Air Susu Induk Bayi Gajah Sulit Bertahan

Tanpa Air Susu Induk Bayi Gajah Sulit Bertahan

Next Article

Jalan Panjang Ibnu Arhas: Dari Musisi, Penceramah hingga Politisi

Related Posts