Polda Aceh Temukan 150 Ton Limbah Hasil Penambangan Ilegal

Foto: Dok, Humas Polda Aceh

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh, menemukan sebanyak 150 ton limbah yang sudah dimasukkan ke dalam karung hasil dari penambangan ilegal di Aceh Selatan.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Margiyanta, mengatakan, penemuan limbah tersebut merupakan hasil dari penyelidikan terkait dugaan tindak pidana Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) pasal 161.

Kegiatan penambangan ilegal ini berada di tiga kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan, yaitu Kecamatan Meukek, Sawang dan Labuhan Haji Timur.

Foto: Dok, Humas Polda Aceh

“Penyelidikan ini dilakukan bermula dari adanya laporan masyarakat, yang mengatakan di kawasan tersebut telah terjadi tindak pidana Minerba yang diduga dilakukan oleh CV berinisial NM,” kata Margiyanta, Jumat (26/2).

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah menampung, memanfaatkan, mengangkut mineral (Limbah penambangan illegal) dari Kecamatan Sawang menuju ke lokasi penumpukan di kantor KPLP Tapak Tuan tanpa memiliki Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dari pejabat yang berwenang.

“Limbah yang ditumpuk di KPLP Tapak Tuan tanpa memiliki Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dari pejabat yang berwenang,” ungkapnya.

Foto: Dok, Humas Polda Aceh

Dalam kasus ini, kata Margiyanta, polisi telah memeriksa beberapa orang saksi yang nantinya Ditreskrimsus juga akan memeriksa dokumen perusahaan CV NM.

“Sudah ada 7 saksi yang kita periksa, satu di antaranya merupakan pengawas di perusahaan tersebut dan akan terus kami dalami,” pungkasnya.

Total
12
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Lemahnya Pengawasan Rutan Banda Aceh: HP Bisa Masuk ke Sel Napi

Next Article

Terlibat Isu Kudeta AHY, Demokrat Pecat Tujuh Anggota Ini

Related Posts