Polisi: Bangunan yang Terbakar di Aceh Jaya Bukan Musala

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy. Foto: Uri Babahrot

Polda Aceh angkat bicara terkait bangunan yang terbakar di lokasi wisata Danau Laot Bhee, Desa Gunong Buloh, Kecamatan Panga, Aceh Jaya. Menurut mereka fasilitas yang terbakar tersebut bukanlah Musala, melainkan bangunan berupa balai yang dijadikan sebagai tempat istirahat warga.

“Meluruskan bahwa fasilitas bangunan yang terbakar itu bukan Musala, tetapi adalah bangunan balai yang digunakan untuk tempat rehat yang juga digunakan sebagai tempat ibadah,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, Kamis (25/2/2021).

Winardy memastikan bangunan tersebut bukanlah Musala, katanya, setelah dilakukan konfirmasi ke Kapolres Aceh Jaya. Balai yang dimaksud ternyata bukan tempat khusus beribadah. Hanya saja, balai itu sering dimanfaatkan warga dan pengunjung wisata Danau Laot Bhee sebagai tempat menunaikan salat.

“Bahwa yang terbakar di lokasi wisata itu adalah tempat istirahat. Memang tempat istirahat itu sering juga digunakan orang untuk salat. Tetapi bukan tempat khusus untuk ibadah atau Musala,” ujar Winardy.

“Jadi boleh dibilang itu tempat rehat digunakan oleh pengunjung di lokasi wisata itu,” tambahnya.

Winardy menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan dan penyelidikan ke lokasi bersama aparatur desa setempat. Pihaknya menemukan bahwa bangunan berkonstruksi kayu itu ialah bantuan dari Bank BPD Aceh cabang Calang, Aceh Jaya.

“Balai ini juga masih dalam proses tahap pembangunan. Jadi bangunan itu berupa balai, bukan Musala. Bangunan ini sudah dibangun sejak Desember 2020,” katanya.

Ia juga menegaskan, Aceh sudah sangat damai dan tidak ada lagi konflik terjadi. Bahkan sangat cocok untuk investasi. Sehingga isu tersebut tidak ada kaitannya dengan konflik.

Kemudian, menyangkut dengan pembakaran balai tersebut, kata Winardy, pihaknya belum bisa memastikan apakah tempat itu sengaja dibakar atau terbakar. Karena, masih dalam proses penyidikan.

“Karena masih proses penyelidikan kita tidak bisa menetapkan bahwa itu dibakar atau pun terbakar. Nanti Polres bakal melakukan oleh TKP, dicek dulu, memeriksa saksi, didalami lagi, kita berharap juga nanti Polres bisa mengungkap dalam waktu yang tidak lama sudah bisa diketahui penyebabnya,” tuturnya.

“Kalau dibakar pasti ada pemicu entah itu besin atau apakah. Kalau memang dibakar ada akseleratonya, nah itu kelihatan. Beda dengan terbakar dia itu tidak punya akselerator, tetapi akseleratornya mungkin seperti puntung rokok. Jadi tidak bisa kita tentukan itu dibakar oleh orang. Tetapi kita tetap melakukan penyelidikan,” pungkas Winardy.

BACA:

Musala di Tempat Wisata Aceh Jaya Dibakar OTK

MPU Desak Aparat Usut Tuntas Pembakaran Musala di Aceh Jaya

Total
3
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Pakar Investasi: Pahami Risiko Sebelum Keluarkan Uang

Next Article

Polisi Tembak 4 Pegawai Cafe di Jakarta Barat

Related Posts