Polisi Ciduk Komplotan Preman Pensiun di Bekas Penginapan

Polisi Ciduk Komplotan Preman Pensiun di Bekas Penginapan
Komplotan spesialis pencurian di rumah bedeng ketika dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, pada Jumat (5/2/2021). readers.ID | Muhammad

Satu penadahan beserta enam pelaku spesialis pembobol rumah bedeng yang mengatasnamakan diri sebagai ‘Preman Pensiun’ ditangkap Sat Reskrim Polresta Banda Aceh. Tiga di antaranya merupakan anak di bawah umur.

“Dari tujuh tersangka. Tiga di antaranya masih anak-anak, bahkan salah satunya masih SMP,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Muhammad Ryan Citra Yudha, dalam konferensi pers, pada Jumat (5/2/2021).

Adapun para pelaku masing-masing berinisial, BR (16), MR (17), MN (19), BN (19) warga Kota Banda Aceh dan BG (19), ADM (16) merupakan warga Kabupaten Aceh Besar. Sementara seorang penadah berinisial DP (30) warga Aceh Besar.

Komplotan spesialis pencurian di rumah bedeng ketika dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, pada Jumat (5/2/2021).
Komplotan spesialis pencurian di rumah bedeng ketika dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, pada Jumat (5/2/2021). readers.ID | Muhammad

Kasus ini terungkap berawal dari penangkapan BR, MR, ADM, MN, BG, dan BN yang di sebuah gedung bekas penginapan di kawasan Kecamatan Kuta Alam, pada Selasa (26/1/2021), sekira pukul 20.00 WIB. Ketika digerebek petugas, mereka mengaku baru saja selesai mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

Selanjutnya, keenam remaja itu dibawa ke Polsek Kuta Alam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya, mengaku pernah melakukan pencurian di beberapa tempat sejak Desember 2020 hingga Januari 2021. Sedikitnya, di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Ada 15 kali aksi pencurian dilakukan di wilayah Kota Banda Aceh, di antaranya lima kali aksi pencurian dilakukan di Kecamatan Jaya Baru, lima kali di Meuraxa, tiga kali di Banda Raya, satu kali di Batoh, dan satu kali di Ulee Kareng.

Sedangkan di Kabupaten Aceh Besar, ada tiga lokasi yang sempat disatroni para pelaku, yakni di Kecamatan Darussalam, Baitussalam, dan Peukan Bada.

“Target mereka kebanyakan adalah rumah-rumah bedeng,” kata Yudha.

Barang-barang hasil curian kemudian dijual kepada tersangka DP, selaku penadah dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 1 juta.

“Uang dari hasil penjualan tersebut digunakan para tersangka untuk membeli sabu,” ungkapnya.

Komplotan spesialis pencurian di rumah bedeng ketika dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, pada Jumat (5/2/2021).
Komplotan spesialis pencurian di rumah bedeng ketika dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, pada Jumat (5/2/2021). readers.ID | Muhammad

Barang bukti yang ikut disita petugas, yakni 15 unit gawai dengan berbagai merek, tiga unit power bank, tiga buah tabung gas elpiji ukuran 3 Kg, dan dua unit sepeda motor.

Kini, komplotan remaja yang mengatasnamakan ‘Preman Pensiun’ tersebut telah ditahan di Mapolresta Banda Aceh. Pasal yang dikenakan kepada tujuh pelaku pun berbeda.

BR, MR, dan ADM, dikenakan Pasal 363 KUHP Jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomof 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak dentan ancaman pidana tujuh tahun.

Pelaku MN, BN, dan BG, dikenakan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman pidana tujuh tahun. Sedangkan DP, selaku penadah, diancam Pasal 480 KUHP ancaraman pidana empat tahun.[acl]

Total
8
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Rajut Silaturrahmi, Legend Sigupai Tour Match ke Sumut

Next Article
PM Muhyiddin Minta Jokowi Pulangkan TKI Ilegal di Malaysia

PM Muhyiddin Minta Jokowi Pulangkan TKI Ilegal di Malaysia

Related Posts