Polres Gayo Lues Tangkap 2 Pelaku Penjual Organ Tubuh Satwa Liar 

Barang bukti tulang belulang satwa liar yang dilindungi, saat konferensi pers di Polres Gayo Lues. Foto Istimewa
Kepolisian Resort (Polres) Gayo Lues menangkap dua tersangka kasus perdagangan tubuh satwa liar yang dilindungi. Keduanya ialah SUA alias Sardin (28), warga Kecamatan Pantan Cuaca dan SUD alias Onot (36), warga Kecamatan Pining, Gayo Lues.
“Keduanya ditangkap terpisah yakni di salah satu hotel di Kecamatan Blangkejeren serta di Kecamatan Pining,” kata Kepala Polres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam,  Rabu (3/3/2021).
Carlie menjelaskan, terungkapnya kasus jual beli bagian tubuh satwa liar dilindungi itu berawal dari informasi  masyarakat tentang akan adanya transaksi yang dilarang hukum. Menindaklanjuti informasi itu, Unit Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres Gayo Lues dan Tim Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) langsung menuju ke lokasi.
Awalnya polisi menangkap tersangka SUA di salah satu hotel, bersamanya ditemukan barang bukti berupa 8 kuku beruang madu, 11 gigi geraham beruang madu, 4 taring beruang madu, 1 tanduk kijang, 4 tanduk kambing hutan, tengkorak bagian atas serta tulang belulang beruang madu dan satu unit handphone.
“Diakui tersangka SUA bagian tubuh satwa liar dilindungi itu diperoleh dari tersangka SUD alias Onot,” ujar Carlie.
Tim lalu melakukan pengembangan dan membuat skenario pertemuan dengan SUD, untuk melakukan transaksi jual beli bagian tubuh satwa liar dilindungi.
Usai ditentukan lokasi pertemuan, SUD tiba sambil membawa puluhan tulang-belulang satwa liar yang ia miliki. Beberapa saat kemudian, tim langsung menangkap tersangka dan menahan barang bukti.
Barang bukti yang disita dari, di antaranya 20 taring beruang madu, 7 puluh kuku beruang madu, 1 lbar kulit harimau berukuran 5,5 x 3 sentimeter serta setumpuk kotoran harimau, motor dan handphone dan lainnya.
“Kepada petugas, SUD mengaku kerap melakukan perburuan satwa liar dengan teknik jerat,” ungkap Carlie.
Pengembangan kasus selanjutnya dilakukan ke rumah SUD, hingga akhirnya petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa 31 helai bulu burung Kuau Raja dan sebuah gulungan tali yang digunakan tersangka untuk menjerat buruan.
Kini SUA dan SUD masih ditahan di Mapolres Gayo Lues beserta barang bukti. Keduanya akan dijerat Pasal 40 Ayat 2 dan 4 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Total
11
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Cerita Wali Kelas Azila, Siswi yang Tinggalkan Sekolah Demi Ibunya 

Next Article

TNI-Polri Musnahkan 5 Hektar Ladang Ganja di Aceh Utara

Related Posts