Potensi Perikanan Simeulue Capai 74 Ribu Ton per Tahun

Nelayan mengeluarkan ikan dari perahu. Foto: Yusriadi/readers.ID

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Simeulue, Aceh, menyatakan potensi perikanan tangkap di laut kabupaten kepulauan di Samudera Hindia tersebut mencapai 74 ribu ton per tahun.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Simeulue, Carles mengatakan namun dari potensi tersebut masih sedikit yang dimanfaatkan.

“Pemanfaatan potensi perikanan tangkap di laut Simeulue hingga kini masih sangat kurang. Hal ini karena alat tangkap nelayan masih sederhana,” kata Carles, Jumat (15/10/2021) dilansir Antara.

Carles mengatakan dari potensi 74 ribu ton per tahun tersebut, yang bisa dimanfaatkan hanya 20 ton atau sebesar 27 persen oleh 3.950 nelayan yang terdata di Kabupaten Simeulue.

“Butuh kerja keras meningkatkan hasil tangkap nelayan, sehingga potensi tersebut bisa dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin,” kata Carles.

Carles mengatakan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Simeulue terus berupaya meningkatkan hasil tangkapan nelayan dengan melakukan berbagai upaya.

Upaya tersebut di antaranya dengan menambah armada tangkap bagi nelayan. Serta pemberian bantuan bagi nelayan yang dilakukan setiap tahunnya, kata Carles.

“Kami juga memberikan pendidikan sumber daya manusia agar nelayan di Kabupaten Simeulue bisa menggunakan alat tangkap lebih modern. Modernisasi alat tangkap tangkap tersebut penting agar potensi yang ada tersebut bisa digarap lebih optimal lagi,” kata Carles.

Menyangkut pemasaran perikanan tangkap tersebut, Carles mengatakan pihaknya juga memfasilitasi pihak swasta upaya memasarkannya ke berbagai daerah termasuk ekspor ke berbagai negara.

“Bukan hanya sektor hulu saja yang kami perhatikan, tapi juga sektor hilir juga, sehingga ke depan nelayan Simeulue bisa lebih maju dari sekarang ini,” kata Carles.

Sementara itu, Basri (53), nelayan, meminta Pemerintah Kabupaten Simeulue dan pihak terkait lainnya memperketat pengawasan wilayah perairan tangkap di kabupaten kepulauan tersebut.

“Pengawasan ini untuk mencegah pencurian ikan oleh nelayan luar Pulau Simeulue. Kami tidak ingin potensi perikanan tangkap di Kabupaten Simeulue ini dicuri nelayan luar daerah,” kata Basri.[acl]

Total
2
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Alhudri Sasar Sekolah Terpencil Wilayah Utara-Timur Aceh

Next Article

Kasus Baru Covid-19 di Aceh Bertambah 24 Orang

Related Posts