Prof Farid Wajdi: Pemerintah Harus Mampu Meredam Berita Hoax Vaksin

Guru besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Farid Wajdi Ibrahim. Foto: Istimewa

Guru besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Farid Wajdi Ibrahim, mengatakan pemerintah harus lebih giat lagi dalam melakukan sosialisasi tentang vaksinasi COVID-19. Mengingat, saat ini tidak sedikit masyarakat terpapar hoax vaksin sinovac.

“Pemerintah harus banyak sosialisasi lagi. Supaya masyarakat mau menerima vaksinasi. Apalagi sekarang banyak sekali berita hoax tentang vaksin,” kata Prof Farid kepada Readers.Id, Selasa (9/2/2021).

Prof Farid menilai, contoh yang ditunjukkan oleh pimpinan dan pemangku jabatan publik yang mengijuti vaksin, sudah tepat dan merupakan contoh terbaik bagi masyarakat.

“Sebenarnya pimpinan kita sudah menunjukkan contoh terbaik, benar-benar itu sesungguhnya, bukan cuma permainan saja.Yang dilakukan pak Gubernur, pak Kapolda, pak Pangdam, Sekda dan pihak-pihak lain sudah menunjukkan mereka itu jinak sekali dengan vaksin. Kita harus yakin itu benar,” tutur Prof Farid.

“Mustahil tidak baik, karena mereka sudah berani melakukannya untuk yang pertama kali, tentunya untuk kita ikuti. Mereka sebagai penanggung jawab negara sudah tau apa yang harus dilakukan,” tambahnya.

BACA:

Besok, Banda Aceh Targetkan Vaksinasi Nakes Tuntas

Cerita Nakes di Puskesmas Kuta Alam: Sempat Takut Divaksin Karena Hoax

Kendati demikian, kata Farid, masalahnya ada pihak-pihak seperti politisi yang tidak bertanggungjawab memaparkan bahwa vaksin itu berbahaya dan lain sebagainya. Padahal, seharusnya mereka mendukung penuh pemerintah.

“Masalah itu muncul saat ada seperti politisi yang menolak, seperti yang viral ada anggota DPR RI yang bilang vaksin macam-macam itu. Padahal, patutnya politikus itu mendukung pemerintah penuh, tidak memanas-manaskan,” ujar Prof Farid.

Selain itu, menurut Farid, pemerintah juga harus arif dalam menyikapi penolakan vaksinasi oleh masyarakat. Artinya, jangan ada keberpihakan pada satu pihak tertentu.

“Salah satu cara agar masyarakat mau divaksin ialah, pemerintah harus mampu meredam orang-orang yang menyebar berita bohong. Karena bahwa vaksin ini memang diperlukan dan berefek baik, apalagi negara orang sudah melakukannya juga,” sebutnya.

Total
8
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

DPRA dan Pemerintah Aceh Dinilai Tak Serius Bahas Pilkada 2022

Next Article
Ketua DPRK Subulussalam Pertama Disuntik Vaksin

Ketua DPRK Subulussalam Pertama Disuntik Vaksin

Related Posts