Rivalitas Antar Legend, Bank Aceh Syariah Tumbangkan Sigupai 2-1

Foto: Dok. Humas Legend Sigupai

Legend Sigupai harus puas tertinggal 1-2 dari Legend Bank Aceh Syariah (BAS) dalam laga persahabatan di stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Selasa malam (2/3).

Pertandingan berjalan santai pada awal kick off, tensi permainan meningkat setelah tim yang diperkuat Aminullah Usman membongkar gawang Legend Sigupai.

Tim besutan Safaruddin itu dikejutkan dengan gol cepat Legend Bank Aceh Syariah lewat kaki Wahyudi pada menit ke 16 jalannya pertandingan akibat blunder kiper Legend Sigupai Mahmud.

Tertinggal satu angka, anak asuh Rizal Kotto mulai tampil menekan, serangan demi serangan terus dibangun hingga merepotkan lini bawah lawan.

Serangan membuahkan hasil, pada menit akhir babak pertama, Presiden Legend Sigupai Safaruddin mampu menyamakan kedudukan lewat sontekan kaki kanannya yang memanfaatkan assist dari Habiburrahman. Skor bertahan imbang 1-1 hingga turun minum.

Babak kedua, Legend Sigupai merotasi beberapa pemain dengan memasukkan Fahrizal Dillah serta dua pemain Persiraja Agus Suhendra dan Muddasir alias Acil.

Mendapatkan lawan seimbang, mantan Pemain Persiraja yang memperkuat Legend BAS seperti Andrea, Zikra dkk mulai bermain agresif.

Pertandingan babak kedua ini berjalan dengan tempo tinggi, kedua kesebelasan saling berbagi serangan. Namun, Legend Bank Aceh Syariah lebih dulu membuat kejutan lewat sundulan keras Faisal yang bola tendangan.

Tertinggal 2-1, Legend Sigupai kembali menekan dan menguasai pertandingan, tendangan keras Acil berkali-kali mengancam gawang Legend BAS.

Namun sayang, Dewi Fortuna tidak berpihak, belum sempat menyamakan kedudukan wasit sudah lebih dulu meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Skor 2-1 untuk kemenangan Legend BAS harus puas diterima Jal Meukek dkk.

Presiden Legend Sigupai Safaruddin merasa puas laga persahabatan malam ini meskipun tim nya tertinggal satu angka.

Dirinya mengakui bahwa pemainnya sedikit mendapatkan tekanan mental dalam pertandingan kali ini, namun hal itu menjadi pengalaman berharga para skuat Legend Sigupai.

“Kita melihat pemain sedikit mendapatkan tekanan karena suara gemuruh para pemain lawan di lapangan. Tapi ini lah sepakbola, menang kalah sudah biasa, kita belajar dari pengalaman,” kata Safaruddin. [ril]

Total
12
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Inong, Bayi Gajah Liar yang diselamatkan dari Kubangan Akhirnya Mati

drh Rosa, Ibu Bagi Bayi Gajah di Aceh

Next Article
Polda Aceh Bakal Tindak Pelaku Pembakaran Hutan

Polda Aceh Bakal Tindak Pelaku Pembakaran Hutan

Related Posts