Ruang Perawatan Pasien Covid-19 Kian Sepi, Kasus di Aceh Terus Turun

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc
Petugas kesehatan memakai APD mengumpulkan limbah medis di ruang perawatan pasien COVID-19 di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc)

Ruang perawatan Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (Pinere) rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Aceh kian sepi.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, pasien yang dirawat tinggal lima orang dari 12 kasus aktif.

“Sepinya ruang perawatan Pinere semua rumah sakit rujukan di Aceh sejalan dengan kian turunnya kasus positif baru dalam lima minggu terakhir,” kata Saifullah, dalam keterangan tertulis, pada Jumat (3/12/2021).

Ia menjelaskan, lima pasien Covid-19 yang sedang dirawat di Ruang Pinere masing-masing satu orang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zaonoel Abidin di Banda Aceh, Rumah Sakit Jiwa Aceh di Banda Aceh, RSUD Mayang Kute Redelog di Bener Meriah, RSUD Datu Beru Takengon di Aceh Tengah, dan di RSUD Kota Subulussalam.

“Semua dirawat di ruang isolasi Pinere , bukan di Ruang Intensive Care Unit (ICU),” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, semua rumah sakit milik pemerintah di Aceh memiliki ruang perawatan Pinere selama pandemi Covid-19, baik RSUD maupun rumah sakit khusus milik TNI dan Polri.

Kapasitas 31 rumah sakit rujukan Covid-19 di Aceh tersebut mencapai 1.006 tempat tidur, yakni 117 tempat tidur ICU Pinere dan 889 tempat tidur untuk isolasi Pinere.

Meski ruang perawatan Pinere dalam kondisi sepi saat ini, namun tenaga medis, ruangan, dan fasilitas penunjangnya tetap dalam kondisi siaga. Apabila tiba-tiba ada pasien positif yang masuk siap diberikan pelayanan sesuai kebutuhan medisnya.

“Kita tidak berharap ada pasien baru, karena itu jangan mengabaikan protokol kesehatan selama satus Pandemi Covid-19 belum dicabut,” tuturnya.

Sehubungan dengan itu, juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh melaporkan, hasil analisis data seminggu terakhir, periode 22-28 November 2021 oleh Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

Semua kabupaten/kota di Aceh dikatakannya zona kuning atau risiko rendah Covid-19. Termasuk Simeulue yang pekan lalu zona hijau saat ini kembali kuning.

Ia menjelaskan, status zonasi risiko di Simeulue turun lagi setelah muncul kasus baru positif Covid-19 pada 24 November 2021. Sebab, satu saja kasus baru muncul, maka status zonasi daerah akan menjadi rendah.

Oleh karena itu Saifullah kembali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak jemu mengikuti protokol kesehatan.

“Selain tetap mengikuti protokol kesehatan juga melakukan vaksinasi Covid-19. Segera melakukan vaksinasi selagi vaksin tersedia agar terhindar dari infeksi Virus Corona,” imbaunya.

Total
16
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Gubernur Aceh Minta Badan Publik Tak Anti Kritik

Next Article

Jelang Milad GAM, Kantor Partai Aceh Dijaga Aparat Bersenjata Lengkap

Related Posts