Rutan Banda Aceh Kembali Bebaskan 26 Napi Lewat Asimilasi Covid-19

Rutan Kelas II B Banda Aceh berikan 26 narapidana asimilasi gelombang dua tahun 2021. Foto: Muhammad/readers.ID

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Banda Aceh, kembali memberikan asimilasi Covid-19 gelombang kedua  kepada 26 narapidana, pada Jumat (26/2/2021). Hingga kini, warga binaan yang telah menerima asimilasi selama tahun 2021 berjumlah 42 dari 82 orang yang diusulkan.

“Total dari kloter pertama dan kedua ini sudah 42 orang kita keluarkan khusus untuk asimilasi Covid-19, yang di mana target kita di awal adalah 82 orang. Ini kloter kedua 26 orang,” kata Kepala Rutan Kelas II B Banda Aceh, Irhamuddin.

Disebutkan Irhamuddin, 26 narapidana penerima asimilasi Covid-19 itu merupakan warga binaan yang telah melewati dan memenuhi sejumlah persyaratan. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi narapidana serta anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Persyaratan itu, seperti adanya jaminan dari pihak keluarga maupun perangkat desa tempat bermukim penerima asimilasi, penilaian kelakukan, tidak ada perkara lain, serta harus negatif narkoba.

“Di situlah nanti dilihat sosok ini berhak atau tidak diberikan asimilasi Covid-19,” ujarnya.

Irhamuddin menyampaikan, para narapidana penerima asimilasi Covid-19 bukanlah bebas sepenuhnya dari hukuman pidana atau bebas murni. Kehidupan narapidana itu selama di tengah masyarakat nantinya akan dipantau dan dinilai oleh Balai Pemasyarakatan.

“Apabila terjadi hal-hal yang meresahkan masyarakat atau membuat tindak pidana baru, maka Tim Bapas akan merujuk ke kita dan mengusulkan mencabut asimiliasi tersebut dan yang bersangkutan akan dicabut hak-haknya. Baik hak asimilasi Covid-19, maupun hak-hak asimilasi lain. Mereka akan murni keluar dari sini,” tegasnya.

Adapun 26 narapidana yang menerima asimilasi Covid-19 gelombang kedua ini, di antaranya 19 orang kasus narkoba, 3 orang kasus pencurian, 3 orang kasus penggelapan, dan 1 orang kasus penadah.

Total
15
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Polda Aceh Usut Dugaan Investasi Bodong Dinar Khalifah

Next Article

Lemahnya Pengawasan Rutan Banda Aceh: HP Bisa Masuk ke Sel Napi

Related Posts