Sasmito-Ika Pimpin AJI 3 Tahun ke Depan, Tantangannya Rezim Otoriter

Sismito-Ika Pimpin AJI 3 Tahun Kedepan, Tantangannya Rezim Otoriter
Foto Ist

Jam menunjukkan pukul 1.45 WIB dini hari, Selasa (2/3/2021). Perdebatan petunjuk teknis pemilihan Ketua dan Sekretaris Jenderal (Sekjed) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia secara virtual masih memanas.

Hujan interupsi bertubi-tubi. Puluhan raise hand di layar zoom meeting silih berganti. Pimpinan sidang pun berkali-kali mengingatkan peserta Kongres XI AJI Indonesia 2021 mengingatkan peserta untuk tertib dan berbicara hal yang subtantif.

Raise hand ini berguna untuk keperluan ketika seorang peserta ingin mendapatkan giliran untuk berbicara tanpa mengganggu siapa pun. Presenter atau panitia akan melihat ikon raise hand di sebelah nama peserta dalam daftar dan dapat memberinya giliran untuk berbicara dalam pertemuan di zoom meeting.

Pimpinan sidang, Prawira Maulana, Rochimawati dan Widia Primastika langsung menetralisir dinamika forum. Akhirnya pencalonan pun dimulai. Masing-masing AJI Kota seluruh Indonesia dipersilakan untuk mengusulkan kandidat Ketua dan Sekjend masing-masing.

Sasmito Madrim – Ika Ningtias dan Revolusi Rizal – Dhandy Koeswara muncul pertama kali dalam bursa pencalonan. Sebelumnya kedua kandidat ini sudah terlebih dahulu mendeklarasikan dirinya bertarung merebut pucuk pimpinan AJI Indonesia.

Dhandy Dwilakosno – Iman Nugroho, lalu pasangan Viktor – Adi Warsidi kandidat Aceh-Papua pun muncul. Namun kedua kandidat ini dinyatakan gugur, karena salah satu dari mereka tidak bersedia untuk dicalonkan.

Begitu juga pasangan lainnya Laban Abraham – Wawan ABK juga dinyatakan gugur, karena keduanya menolak dicalonkan. Hingga akhirnya hanya tersisa dua pasangan calon, yaitu Sasmito Madrin – Ika Ningtias dan Revolusi Rizal – Dhandy Koeswara.

Forum kembali memanas setelah panitia menyampaikan teknis pemilihan. Sedangkan pemilihan diputuskan secara tertutup berdasarkan voting sebelumnya.

Panitia menyampaikan, masing-masing ketua akan dikirimkan link melalui WhatsApp dan email. Setelah itu akan dikirimkan kode unik sebagai ganti kertas suara.

Nantinya masing-masing AJI Kota akan memberikan hak suara sesuai dengan jumlah suara yang telah ditetapkan. AJI Banda Aceh misalnya, memiliki 64 anggota mendapatkan hak suara sebanyak 9 suara. Setiap kelipatan 15 anggota, mendapatkan 1 suara yang kemudian akan diwakilkan oleh Ketua atau delegasi AJI Kota masing-masing.

Lalu panitia meminta kepada kedua pasangan calon untuk mengirimkan saksi masing-masing. Nantinya panitia akan memberikan akses agar dapat memantau berlangsungnya pemilihan secara virtual menggunakan tools khusus yang disediakan panitia.

Saat inilah, lagi-lagi forum kembali memanas. Ada banyak AJI Kota tidak dapat mengakses link yang telah dikirimkan, sehingga panitia pun harus menghubungi delegasi yang tidak dapat mengakses.

Namun tiba-tiba, Afan, saksi dari pasangan Sasmito-Ika berkali-kali interupsi. Ia menyampaikan sistem pemilihan secara virtual ini banyak kelemahan.

Dia menyampaikan dapat mengakses dan parahnya bisa mengotak-atik jumlah suara. Sehingga ia meminta pemilihan dihentikan dan bila dilanjutkan AJI Jakarta menolak pemilihan metode seperti ini.

“Interupsi pimpinan sidang, saya mau menyampaikan banyak kelemahan sistem ini, saya bahkan bisa mengakses dan mengubah suara di sini,” teriak Afwan.

Kolom chat pun ramai-ramai menulis. Ada yang menulis “lanjutkan”. Ada juga yang menyampaikan “panitia harus perbaiki sistem segera” dan berbagai kometer lainnya.

Peserta Kongres sebelumnya ada tampak di layar zoom meeting mulai mengantuk. Sontak saja mata mereka terbuka lebar kembali. Lantas pimpinan sidang langsung mendinginkan suasana dan menskor sidang selama 15 menit dan meminta panitia memperbaiki sistem tersebut.

Tak berselang lama panitia kemudian berhasil memperbaiki sistem. Saksi hanya diberi akses memantau dan melihat saja proses pemilihan dan tidak bisa mengotak-atik jumlah suara.

Hanya 4 orang panitia yang bisa mengakses total. Suasana pun mereda kembali dan pimpinan sidang langsung memulai pemilihan.

Lagi-lagi permasalahan teknis terjadi. Ada sejumlah AJI Kota tidak menerima link dan kode uni sebagai ganti kertas suara tidak masuk dan ada yang tidak dapat mengakses.

Namun panitia dengan sigap langsung membimbing – dengan cara menelpon langsung delegasi untuk membimbing cara memberikan hak suaranya secara virtual.

Setelah semua selesai memberikan hak suaranya. Sidang kembali diskor 20 menit untuk memberikan kesempatan panitia memverifikasi data. Baik kertas suara yang rusak, maupun lainnya.

Bila panitia menemukan satu kode unik yang masuk ke sistem tercantum dua kali masuk. Maka dinyatakan surat suara rusak dan tidak sah.

Dari total suara seluruh AJI Kota se-Indonesia ada 249 suara. Setelah diverifikasi panitia, suara sah sebanyak 228 suara.

Dari jumlah suara sah, Revo- Dhandy berhasil meraih suara sebanyak 109 suara dan pasangan Sasmito-Ika berhasil memborong 119 suara.

Sehingga pimpinan sidang menetapkan pasanan Sasmito-Ika sebagai pemenang dan menjadi Ketua Umum dan Sekjend AJI periode 2021-2024 pada pukul 2.45 WIB dini hari, Selasa (2/3/2021).

Pimpinan sidang Prawira Maulana kemudian membacakan surat Ketetapan Kongres pengesahan Ketua Umum dan Sekjend AJI Indonesia peridoe 2021-2024.

Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih, Sasmito Madrin mengatakan, ini merupakan kemenangan semua pihak untuk kemajuan AJI masa depan yang lebih baik.

“Tantangan kedepan cukup berat, rezim kedepan yang otoriter dan persoalan ekonomi karena pandemi, ini menjadi tantangan besar kedepan,” kata Sasmito usai terpilih.

Kendati tantangan semakin besar di tengah penguasa yang otoriter. Sasmito mengaku, pihaknya secara bersama-sama tetap berkomitmen menegakkan Tri Panji AJI, yaitu Profesionalisme, Kemerdekaan Pers dan Kesejahteraan.

Sasmito juga mengajak semua pihak kedepannya secara bersama-sama membesarkan AJI Indonesia. “Amanah ini tidak muda bagi kami. Kita harus bersama-sama untuk menegakkan Tri Panji AJI,” tukasnya.[]

Total
10
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Selama 2 Bulan Ombudsman Aceh Sudah Terima 88 Pengaduan

Next Article
Ekonomi Syariah Erick Thohir

Erick Thohir Siapkan Permen Pengelolaan dan Restrukturisasi PMN

Related Posts