Sekolah di Pidie Gelar Kenduri Apam

Proses memasak apam, salah satu kuliner tradisional Aceh. (Dok. Ist)

Bupati Pidie, Roni Ahmad menghimbau kepada seluruh kepala sekolah mulai dari TK hingga SMP untuk melaksanakan kenduri apam (toet apam). Kenduri ini bertujuan untuk edukasi budaya mengenai kuliner apam, sebagai salah satunya makanan tradisional Aceh.

Instruksi itu tertuang dalam Surat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie bernomor 421/674/2021. Isinya mengimbau seluruh kepala sekolah menggelar kenduri apam di sekolah masing-masing secara serentak, pada tanggal 23 Februari 2020.

Salah satu sekolah, SMP 1 Mutiara, juga turut melaksanakan instruksi tersebut. Kepala Sekolah beserta guru mengarahkan murid untuk mengikuti kenduri apam dan wajib “tot apam” (memasak apam) secara mandiri setelah dipraktikkan oleh guru penanggung jawab di masing-masing kelas.

Sekolah menyediakan tiga stan, yaitu stan untuk kelas VII, kelas VIII dan kelas XI sebagai tempat memasak dan menghidangkan apam yang telah dimasak. Selain melihat prosesi ‘toet apam’, para tamu juga dapat mencicipi langsung apam di masing-masing stan.

Acara ini berlangsung meriah, dan semakin istimewa dengan hadirnya Wakil Bupati Pidie Fadlullah TM Daud bersama sejumlah pejabat Provinsi Aceh dan para kepala dinas.

Ketika para pejabat mengelilingi stan, salah satu guru di SMP 1 Mutiara, Yusrahemi membacakan sejarah lahirnya apam di Aceh. Selain dapat memberikan edukasi tentang budaya, kenduri apam juga dapat mengajarkan siswa cara membuat makan tradisional sesuai dengan resep turun temurun yang sesuai takaran.

Wakil Kepala Sekolah SMP 1 Mutiara, Muhammad Gade mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga budaya warisan pendahulu, di mana esensi positif dari setiap kenduri adalah saling berbagi, tidak terkecuali kenduri apam.

“Selain itu, ini juga dapat menjadi pembelajaran bagi siswa-siswa untuk melestarikan tradisi ini agar tidak tergerus oleh jaman modernisasi,” ujarnya.

Sekolah yang didapuk sebagai SMP terbaik 1 di Pidie ini juga mewajibkan siswanya untuk membuat rangkuman tentang kegiatan kenduri apam tersebut. Mereka bakal mempresentasikannya pada kegiatan literasi yang dilaksanakan setiap Kamis di sekolah itu.

Total
7
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy.

Polda Selidiki Dugaan Investasi Bodong di Yalsa Boutique

Next Article

Tes Urine Secara Acak, 5 Personel Polda Aceh Positif Narkoba

Related Posts