Seorang Ibu Rubuh Saat Cambukan Mendera Tubuh Sang Anak

Seorang Ibu Rubuh Saat Cambukan Mendera Tubuh Sang Anak
Seorang wanita paruh baya, ibu salah seorang terpidana kasus liwat berpelukan dengan ibundanya usai menjalani cambuk. readers.id | Muhammad

Algojo siapp! Dilanjutkan dari 15, 16, 17, 18…” Seiring petugas dari Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh membacakan jumlah dera cambukan kepada seorang terpidana kasus liwat (gay), tiba-tiba seorang wanita paruh baya rubuh. Pelaksana cambuk sempat dihentikan sementara waktu.

Wanita itu diduga pihak keluarga dari salah seorang terpidana. Ia memang sudah terlihat sejak pelaksana cambuk dimulai dan telah mengambil posisi berdiri tak jauh dari lokasi eksekusi.

Ketika algojo mengeksekusi dua terpidana kasus khamar (minuman keras), wanita berjilbab abu-abu itu tampak masih tegar.

Seorang Ibu Rubuh Saat Cambukan Mendera Tubuh Sang Anak

Namun, mimik wajahnya mulai berubah ketika petugas dari Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh memanggil terpidana berinisial M, tersandung kasus liwat. Beberapa kali asma Allah sempat terdengar diucapkan dari mulutnya ketika melihat lelaki muda itu menjalani vonis 80 kali cambukan.

Cambuk rotan yang digunakan algojo, sempat patah ketika menghantam punggung terpidana M pada deraan ke-14. Sementara, wanita paruh baya tadi mulai menutup wajahnya dengan hijab yang ia gunakan.

Eksekusi kembali dijalankan algojo dengan cambuk rotan yang baru. Baru beberapa cambukan berjalan, wanita yang belakangan diketahui merupakan ibu dari terpidana M pun terjatuh ke lantai.

Tubuhnya langsung dibopong menjauh dari lokasi eksekusi, algojo yang berkostum kurungan warna coklat pun kembali melayangkan cambukan ke tubuh terpidana kasus liwat tersebut.

Usai menjalani 77 kali cambukan dari 80 kali sesuai putusan mahkamah syariah, terpidana M pun dibawa ke salah satu ruangan. Selanjutnya, terpidana berinsiial TA dalam kasus yang sama menjalani eksekusi cambuk.

Celotehan sempat terlontar dari warga ketika melihat terpidana TA yang sempat mengangkat tangan, tanda minta dihentikan cambukan sementara, pada cambuk kedelapan.

“Lemah kali, buat kayak gitu mau dihukum gak mau,” ucap salah seorang wanita dari kerumunan warga.

Dera rotan ke punggung terpidana TA memang sempat beberapa kali terhenti. Tercatat, pada cambukan kedelapan, 25, 40, hingga cambukan terakhir 77.

Terpidana M dan TA merupakan terpidana kasus liwat yang ditangkap oleh Satuan Polisi Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, pada November 2020 silam.

“Kasus liwat yang November 2020 lalu,” Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, usai pelaksanaan eksekusi, pada Kamis (28/1/2021).

“Kedua terpidana merupakan warga dari luar Banda Aceh dan orang Aceh. Satu dari Aceh Barat dan satu lagi dari Aceh Besar,” imbuhnya.

Kasus liwat yang sempat dieksekusi cambuk di Kota Banda Aceh, tercatat ada tiga pelaksana. Pertama eksekusi yang dilakukan pada 2017, kedua di 2018, dan terakhir 2020.

Suasana haru tercipta ketika wanita paruh baya yang sempat rubuh tadi mendatangi ruang tempat para terpidana diistirahatkan. Tangisan tak terbendung ketika wanita itu bertemu pria berbaju oranye yang tak lain bernama terpidana M.

Dengan mata berkaca-kaca, pria itu tampak mencium pipi dan bersimpuh di kaki wanita yang tak lain adalah ibunya.

Sepangakuan sang ibu, anaknya selama ini dikenal berkelakuan baik. Bahkan, putranya sempat menempuh pendidikan agama di salah satu pesantren di kawasan Montasik, Aceh Besar.

Bahkan, sang anak yang ia ketahui bekerja di salah satu laundry (jasa pencucian baju) di Kota Banda Aceh, kerap mengirimkan uang untuknya yang tak memiliki pekerjaan di kampung.

Usai menjalani eksekusi cambuk, sang ibu berencana akan membawa langsung putranya tersebut pulang ke kampung halaman.

“Iya ini mau pulang, bawa pulang aja terus,” ujar wanita paruh baya itu.

Selain kasus liwat, pelaksanaan eksekusi cambuk juga mendera empat terpidana lainnya, berinisial RDC dan IS kasus khamar serta RM dan RU pada kasus ikhtilat.[acl]

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Desa Lengkong, Langsa Diterjang Banjir Bandang Dini Hari

Desa Lengkong, Langsa Diterjang Banjir Bandang Dini Hari

Next Article

Aminullah Usman Dukung Acara Simposium Nasional ISYEF Aceh

Related Posts