Sepanjang Februari, 107 Hektare Lahan di Aceh Terbakar

Dok: Petugas memadamkan lahan yang terbakar di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Februari 2021. [Ist]

Sepanjang Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat kebakaran telah menghanguskan 107 hektare lahan di Provinsi Aceh.

Kepala Pelaksana BPBA, Ilyas mengatakan ratusan hektare lahan itu tersebar ke 37 titik lokasi. Kabupaten Aceh Barat Daya menempati posisi sebagai daerah terbanyak peristiwa kebakaran hutan dan lahan, yakni mencapai enam kali.

“Disusul Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Selatan masing-masing sebanyak empat kali kejadian,” ujar Ilyas, mengutip Antara.

Di sisi lain, luas lahan terbakar paling besar terjadi di Kabupaten Aceh Selatan, yakni 56 hektare yang tersebar di enam kecamatan.

“Prediksi kerugiannya mencapai Rp14,9 miliar,” tambahnya lagi.

Adapun wilayah yang paling banyak mengalami kejadian bencana pada bulan Februari tahun 2021, yakni Kabupaten Abdya sebanyak sembilan kali kejadian, yang didominasi oleh Karhutla sebanyak enam kali kejadian.

Selanjutnya diikuti oleh Kabupaten Aceh Selatan dan Gayo Lues masing-masing sebanyak delapan kali kejadian yang juga di dominasi oleh Karhutla.

Karhutla Perburuk Citra Indonesia

Ilyas juga menyebutkan, partisipasi semua pihak termasuk masyarakat sangat penting dalam penanganan karhutla.

“Kebakaran menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan hingga ekonomi, serta membuat citra buruk Indonesia. Upaya pencegahan tentunya sangat penting dengan menambah sarana dan prasarana,” ujar Ilyas.

Ia menegaskan, masyarakat atau korporasi akan dikenakan pasal berlapis jika kedapatan membakar lahan, dengan ancaman pidana yakni Pasal 187, 188 KUHP, Pasal 98, 99, dan 108 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Para pelaku juga bisa dikenakan pasal 108 UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Dari semua aturan itu, pelaku diancam hukuman penjara 12 tahun dan denda Rp10 miliar,” tutupnya.[]

Total
7
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Warga Gampong Peunyerat Digegerkan Suara Ledakan dari Gerobak

Warga Gampong Peunyerat Digegerkan Suara Ledakan dari Gerobak

Next Article

OBITUARI | Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Related Posts