Tanpa Air Susu Induk Bayi Gajah Sulit Bertahan

Tanpa Air Susu Induk Bayi Gajah Sulit Bertahan
Gajah terjebak dalam kubangan yang ada di kawasan Gampong Panton Bunot, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Foto Ist

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh telah mengevakuasi seekor bayi Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) yang terjebak dalam kubangan, pada Jumat (12/2/2021) kemarin.

Usai dievakuasi, diketahui bahwa dua kaki belakang mengalami kelumpuhan, kaki kiri depan dislokasi sehingga membuatnya tidak mampu berdiri.

BACA JUGA: Dijaga Induknya Saat Tim Evakuasi Anak Gajah Terjebak di Lumpur

Kondisi lainnya bayi gajah yang ditemukan di kawasan Gampong Panton Bunot, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, juga mengalami prolapsus pusar (umbilicus) dan genital, serta bola mata mengalami trauma atau luka.

“Kondisi bayi Gajah Sumatera saat dilakukan penanganan sangat lemah dan kritis sehingga tim medis memutuskan untuk dilakukan perawatan yang lebih intensif di PKG (Pusat Konservasi Gajah) Saree,” kata Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, Sabtu (13/2/2021).

Jika telah dievakuasi ke PKG Saree, di Kabupaten Aceh Besar, apakah bayi gajah berusia tiga minggu itu mampu bertahan hidup usai terjebak dalam kubangan sejak 8 Februari dan kini jauh dari induknya?

Dokter BKSDA Aceh, drh Rosa Rika Wahyuni mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan anak gajah sulit diselamatkan saat terpisah dari induknya.

Pertama, dijelaskannya karena faktor stres. Kondisi ini bisa membuat turunnya imunitas tubuh sehingga bayi gajah akan rentan sakit.

“Saat stres, imunitas tubuh menjadi rendah dan tubuh menjadi rentan sakit, dan jika sakit tersebut tidak sembuh atau tertangani dapat berujung dengan kematian,” kata drh Rosa.

Selain stres, kurangnya asupan nutrisi juga menjadi salah satu faktor penyebab tidak bisa bertahan hidupnya anak gajah. ASI dari gajah indukan menjadi suatu yang paling penting, sebab di dalamnya semua kebutuhan anak gajah terpenuhi.

“Sehingga bayi yang mendapatkan ASI imunnya jauh lebih baik dibandingkan bayi yang mendapatkan nutrisi dari pengganti ASI (susu formula). Jika satwa sering sakit dan tidak tertangani, dapat berujung pada kematian juga,” ujarnya.

Faktor ketiga, dikatakan drh Rosa, mengenai cara penanganan. Ia menyampaikan bahwa tidak ada yang bisa menyamakan kesempurnaan cara pemeliharaan gajah induknya.

Protective, touching, dan kasih sayang dari seorang induk kepada anak gajah sangat mempengaruhi. Apabila anak gajah terpisah dari induk semua rasa tersebut akan hilang, walaupun ada pengganti, namun tidak sama.

“Jika satwa dipelihara di-captive (dipelihara), manjemen yang diterapkan harus merujuk pada kehidupannya saat bersama induk, pola pemeliharaan harus bisa memberi rasa aman, nyaman atau prinsip animal welfare,” jelasnya.[acl]

Total
29
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
PKS Dukung Pilkada Aceh 2022

PKS Dukung Pilkada Aceh 2022

Next Article

PKS Dukung Pelaksanaan Pilkada 2022

Related Posts