Terkendala BBM, Nelayan di Pidie Kesulitan Melaut

Nelayan sedang melepas ikan dari jala selepas melaut. Foto: Hotli Simanjuntak/readers.ID

Sekretaris Panglima Laot Pidie, Marfian menyampaikan, para nelayan di Pidie saat ini mengalami kesulitan melaut. Hal itu diakibatkan karena terkendala mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Menurutnya, kesulitan yang dialami oleh para nelayan di Pidie tersebut sudah berlangsung selama berbulan-bulan lamanya.

“Itu udah terjadi berbulan-bulan. Sehingga banyak dari nelayan kami di Kabupaten Pidie tidak bisa melaut,” kata Marfian kepada readers.Id, Jumat (26/11/2021).

Marfian menuturkan, selama ini hanya satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menyediakan BBM bersubsidi bagi nelayan di Pidie, yaitu di SPBU Pulau Pisang. Sehingga para nelayan harus lama mengantre baru bisa mendapatkan minyak.

Selain itu, Marfian menilai di salah satu SPBU di Pidie terdapat praktek tidak adil yang terjadi terhadap nelayan saat membawa rekom pengambilan BBM. Di mana, jadwal pengambilan BBM tidak sesuai dengan nomor antrean para nelayan.

“Puncaknya dalam bulan ini nampaknya, karena di situ ada sistem antrean, cuma antrean itu tidak berlaku katanya. Misalnya malam ini ada antrean sampai 15 (nomor antrean), otamatis yang 16 kan enggak dapat malam itu, besoknya kan udah naik ke nomor satu, tapi enggak naik ke nomor satu, tetap ke nomor delapan atau sembilan ke bawah,” ujar Marfian.

“Ada nomor satu sampai tujuh itu nomor yang enggak bisa digeser sama sekali, berarti tiap malam mereka yang nomor-nomor itu aja,” tambahnya.

Mengatasi masalah ini, Marfian mengaku pihaknya sudah mencoba mengajak beberapa SPBU di Pidie bekerjasama untuk penyediaan BBM bagi para nelayan.

“Karena kalau kita fokus pada satu SPBU terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, habis itu kasihahan kepada nelayan kita yang jaraknya terlalu jauh menuju satu SPBU,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap supaya Direktur Pertamina bisa menginstruksikan SPBU-SPBU yang ada di Pidie untuk bersedia menyediakan BBM bersubsidi bagi nelayan setempat. Sehingga tidak lagi terjadi kelangkaan minyak di kalangan nelayan.

“Harapan yang terbesar saya, baiknya Direktur Pertamina yang di Banda Aceh menginstrusikan kepada SPBU yang ada di Pidie supaya menyediakan minyak subsidi bagi nelayan yang ada di Kabupaten Pidie. Sehingga tidak terjadi maksudnya kelangkaan minyak yang pada dasarnya ada,” sebut Marfian.

“Saya rasa kalau memang SPBU semua bersedia, kita bisa bagi kuota, misalnya SPBU di barat ya di SPBU terdekat, begitu juga yang di arah Timur,” pungkasnya.[acl]

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Baleg Beri Lampu Hijau Revisi UU Ciptaker

Next Article

Apple Peringatkan Aktivis Thailand Soal Serangan di iPhone

Related Posts
Read More

Kata Gen-Z Soal Vaksin

Wajahnya tertutup masker hitam sambil menenteng beberapa lembar kertas menuju meja skrining. Sesekali ia menyeka rambutnya sembari membuang…