Tim Gabungan Polda Aceh Periksa Kapal Pesiar asal Rusia

Foto: Dok. Istimewa

Tim gabungan yang terdiri dari Polda Aceh, TNI AL, Bea Cukai, Imigrasi, Personel Kodim Banda Aceh, Dinas Karantina Kesehatan dan Badan Intelijen Negara melakukan pengecekan kapal asing La Datcha George Town milik Rusia yang berada di perairan Aceh Besar, Senin (8/2/21).

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Winardy, dalam siaran mengatakan, kapal yang berada di perairan Aceh Besar itu membawa 18 awak kapal dengan tujuan dari Maladewa menuju Singapore.

“Identitas kapal asing itu merupakan dari Perusahaan Kapal Damen Shipyards,
Tipe Kapal Commercial Vessel, Nomor pembuatan: 144 IN 2020 George Town, Nomor Seri Kapal: 749575, Panjang: 76.98, Tinggi: 14.00, dan Lebar: 6.55,” kata Winardy.

Foto: Dok. Istimewa

Winardy menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari personel Polsek Lhoong, kapal asing itu sebelumnya pada Jumat (5/2/2020) telah terlihat di sekitar Pulau Rusa, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.

Berdasarkan informasi tersebut, personel Subditgakkum Ditpolairud Polda Aceh berkoordinasi dengan KSOP Malahayati, Kanwil Imigrasi Banda Aceh, Kanwil Bea Cukai Aceh dan Karantina Kesehatan Provinsi Aceh untuk menanyakan apakah kapal asing tersebut telah melaporkan kedatangannya di teritorial Indonesia.

“Hasil koordinasi dengan instansi terkait, kapal pesiar asing La Datcha belum melaporkan kedatangannya di wilayah Indonesia, khususnya Provinsi Aceh,” ujar Winardy.

Foto: Dok. Istimewa

Lanjutnya, berdasarkan hasil koordinasi lintas instansi, menunjukkan kapal milik Rusia itu telah melakukan beberapa pelanggaran dengan lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa izin.

Selain itu, kata Winardy, Selama berada di perairan Pulo Rusa , mereka hanya menikmati wisata dan snockling untuk melihat keindahan taman laut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan maka patut diduga Kapal La Datcha telah melakukan pelanggaran UU Pelayaran antara lain, tidak memberitahukan aktivitas lego jangkar di wilayah Pulau Rusa Kecamatan Lhoong,
tidak menaikkan bola-bola hitam sebagai tanda apabila kapal tersebut dalam keaadaan rusak, tidak mengibarkan bendera kebangsaan Indonesia saat melintas/beraktivitas di wilayah teritorial Indonesia dan tidak menyalakan AIS,” jelas Winardy.

Winardy menambahkan, untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut dan pelaksanaaan swab-PCR, awak kapal La Datcha di minta untuk merapat ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Kemudian, lanjut Winardy, informasi dari Komandan Kapal Angkatan Laut Iboih, pelaksanaan penyidikan kapal tersebut akan dilakukan oleh penyidik Angkatan Laut di Lanal Sabang.

“Untuk kepentingan tersebut, setelah hasil Swab PCR crew Kapal telah keluar, maka kapal pesiar La Datcha akan ditarik ke Pangkalan Lanal Sabang,” pungkas Winardy (ril).

Total
8
Shares
1 comment

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Jelang Imlek, Vihara Dharma Bhakti Mulai Bersolek

Next Article
Infografis Mengungkap Kematian Gajah

Infografis: Mengungkap Tabir Kematian Gajah di Aceh Jaya

Related Posts