Tips CEO readers.ID Tangkal Hoax Vaksin Lewat Komunikasi Kreatif

Ilustrasi: Muhammad Ridha/readers.ID

Untuk menangkal berita bohong atau informasi sesat terkait vaksinasi, maka diperlukan strategi komunikasi yang partisipatif dan kreatif terhadap semua golongan. Sesuai dengan minat dan ketertarikan masing-masing dari kelompok masyarakat itu sendiri.

“Salah satu hal yang perlu disentuh dalam hal ini adalah interest mereka, kepentingan dasar para komunitas, jadi tidak bisa segi komunikasi yang umum. Memang harus komunikasi yang berbeda, beragam dan menyentuh,” kata CEO readers.ID, M. Fauzan Febriansyah, kamis (4/2/2021) dalam seminar virtual “Mengawal Program Vaksinasi Covid-19 di Aceh”.

Menurut Fauzan, saat ini tidak hanya masyarakat biasa saja yang termakan informasi salah tentang vaksin. Melainkan, juga banyak para tenaga kesehatan di Aceh yang terpapar hoax, sehingga takut untuk divaksin.

“kita juga temukan dari pemberitaan Readers.ID dan cacatan kita di sosial media, bisa kita temukan di kolom-kolom komentar, bahwa hampir semua masyarakat Aceh mistras, tidak memiliki kepercayaan baik kepada pemerintah daerah atau pemerintah pusat tentang vaksinasi,” sebut Fauzan.

Sebab itu, Fauzan berharap peran Pemerintah dan berbagai pihak dalam membentuk suatu kepercayaan yang bisa melintasi berbagai komunitas dan kalangan masayarakat mengenai vaksinisasi.

“Di Aceh sendiri fanatisme tertinggi setelah fanatisme kepada Islam adalah fanatisme kepada sepakbola. Makanya, misalnya kita bisa merangkul komunitas sepakbola di Aceh misalnya fans seperti fans Persiraja, fans PSAP sigli dan kemudian komunitas-komunitas supporter Barcelona, Real Madrid dan sebagainya sepak bola eropa, ini barang kali bisa menyentuh langsung. Sampaikan saja kita bisa lagi nonton bareng final liga Champions kalau semuanya mau divaksin,” tuturnya.

Fauzan menuturkan, untuk menyelesaikan masalah isu hoax tentang vaksinisasi maka media massa saat ini juga harus ambil peran dengan memberi informasi yang akurat mengenai vaksin.

“Media massa harus membantu pemerintah untuk melawan hoax terkait vaksinasi, karean banyak informasi hoax yang menimbulkan kecemasan publik dari progam vaksinasi,” ungkap Fauzan.

Sebelumnya Jubir Presiden RI, M. Fadjroel Rachman, menyebutkan untuk membujuk atau meyakinkan masyarakat terhadap vaksin, tidak hanya peran pemerintah semata, melainkan juga bisa dikomunikasikan oleh para komunitas, akademisi, dunia usaha dan peran media.

“Perlu kunci dari semua pihak untuk memenangkan komunikasi terkait vaksin, harus bersama-sama membangun kewarasan digital dengan membangun narasi positif berdasarkan data dan ilmu pengetahuan,” kata Fadjroel.

Total
9
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Kemenkes Minta Aceh Percepat Proses Vaksinasi

Next Article
Renungan 74 Tahun HMI: Haruskah HMI Bubar?

OPINI: Renungan 74 Tahun HMI, Haruskah HMI Bubar?

Related Posts