Trump Disebut Tolak Bubarkan Demo Gedung Capitol

Mantan Presiden Amrika Serikat (AS) Donald Trump menilai para pengunjuk rasa di Gedung Capitol pada awal Januari lalu peduli dengan Pilpres AS dan menolak untuk membubarkannya. Hal itu terungkap dalam percakapan telepon antara Trump dan Anggota DPR AS Kevin McCarthy.
Mantan Presiden AS Donald Trump menolak membubarkan massa demo di Gedung Capitol pada Januari lalu berdasarkan percakapan teleponnya dengan anggota dewan. (AP/CNNIndonesia/Luis M. Alvarez).

Mantan Presiden Amrika Serikat (AS) Donald Trump menilai para pengunjuk rasa di Gedung Capitol pada awal Januari lalu peduli dengan Pilpres AS dan menolak untuk membubarkannya. Hal itu terungkap dalam percakapan telepon antara Trump dan Anggota DPR AS Kevin McCarthy.

“Nah, Kevin, Saya kira orang-orang ini (para demonstran di Gedung Capitol) lebih kesal tentang pemilihan (pilpres AS) daripada Anda,” kata Trump menurut anggota parlemen yang menyelenggarakan sidang pemakzulmannya.

Rincian percakapan antara Donald Trump dan McCarthy secara eksklusif didapatkan oleh CNN dan dilansir CNNIndonesia.

McCarthy bersikeras bahwa para perusuh adalah pendukung Trump dan memohon agar mantan presiden ke-45 AS itu untuk membatalkan voting pilpres AS.

McCarthy yang marah memberi tahu Trump bahwa para perusuh masuk ke kantornya melalui jendela dan bertanya kepada Trump, “Menurut Anda, siapa yang Anda ajak bicara?”.

Anggota DPR AS yang berasal dari Partai Republik itu menunjukkan bahwa Trump tidak berniat untuk membubarkan para demonstran dan dianggap melalaikan tugas kepresidenannya.

“Kalimat yang dilontarkannya (Donald Trump) menunjukkan kepada saya bahwa dia tidak peduli atau dia ingin itu (demonstrasi) terjadi dan berjalan baik-baik saja dan ini membuat saya marah,” kata anggota Partai Republik lain, Herrera Beutler kepada CNN.

Sebelumnya, Donald Trump dilaporkan murka setelah melihat performa tim kuasa hukumnya di dalam sidang pemakzulan kedua di Senat.

Pada Rabu (10/2/2021), Trump menyaksikan sidang pemakzulan itu di kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida. Menurut sumber, Trump misuh-misuh karena argumen yang disampaikan tim kuasa hukumnya, yang baru dibentuk sepekan menjelang sidang, dinilai kurang tajam.

Sejumlah senator Partai Republik yang masih mendukung Trump juga mengkritik performa tim kuasa hukum Trump. Sebab mereka berpendapat argumen yang dikemukakan oleh para pengacara Trump kurang tepat.

Senat Amerika Serikat memutuskan menolak keberatan yang diajukan kuasa hukum Trump dan melanjutkan sidang pemakzulan.

Sebanyak 56 Senator mendukung sidang pemakzulan Trump dilanjutkan, termasuk enam Senator dari Partai Republik. Mereka menyatakan sidang pemakzulan itu sesuai dengan undang-undang dasar.

Sedangkan yang menolak sidang pemakzulan dilanjutkan hanya 44 senator.

Enam Senator Partai Republik yang mendukung pemakzulan Trump adalah Bill Cassidy dari Louisiana, Susan Collins dari Maine, Lisa Murkowski dari Alaska, Ben Sasse dari Nebraska, Pat Toomey dari Pennsylvania, dan Mitt Romney dari Utah.[acl]

Total
13
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
BPOM Izin Kelompok Lansia dan Penyintas Covid-19 Divaksin

BPOM Izinkan Kelompok Lansia dan Penyintas Covid-19 Divaksin

Next Article
Dijaga Induknya Saat Tim Evakuasi Anak Gajah Terjebak di Lumpur

Dijaga Induknya Saat Tim Evakuasi Anak Gajah Terjebak di Lumpur

Related Posts