UIN Ar-Raniry Luluskan 9 Doktor dan 111 Magister

Foto: Dok.Istimewa

Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali meluluskan sebanyak 120 alumni, terdiri dari Sembilan orang doktor dan 111 orang magister.

Hal tersebut diumumkan pada prosesi yudisium semester ganjil tahun akademik 2020/2021 yang berlangsung di aula kampus setempat, Kamis (18/2/2021).

Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Mukhsin Nyak Umar, mengatakan yudisium merupakan pengukuhan mahasiswa yang dianggap telah memenuhi syarat kelulusan pada suatu program studi, serta telah memenuhi syarat menyandang gelar magister dan doktor.

“Alhamdulillah pada hari ini Pascasarjana UIN Ar-Raniry kembali melahirkan sebanyak 120 alumni baik dari program doktor maupun magister. Dengan harapan, ilmu yang telah diperoleh dapat dipraktikkan pada lembaga pengabdian masing-masing dan masyarakat,” katanya.

Prof Mukhsin mengingatkan, jika ijazah sekarang ini lebih kepada format dan ketentuan dari sebuah lembaga pendidikan, maka jagalah kualitas ijazah yang dimiliki, bukan sekadar telah diraihnya.

“Dengan ijazah itu jagalah diri anda dalam tiga bidang, yaitu kepekaan intelek dalam ilmu seperti yang digaris oleh kurikulum, kepekaan qalbu untuk mengamalkan ilmu yang anda tekuni dan kepekaan sosial untuk bekerja sama dan saling membantu, jika masyarakat terasa membutuhkan keberadaan anda, maka itulah keberhasilan sejati, bukan selembar ijazah yang anda gengam sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pascasarjana, Dr Mustafa AR, menyebutkan pada semester ganjil tahun akademik 2020/2021, Pascasarjana UIN Ar-Raniry telah menghasilkan 120 alumni baru. Terdiri dari Sembilan orang doktor dan 111 magister.

Mustafa merincikan, kesembilan lulusan program doktor tersebut dari pendidikan Agama Islam. Selanjutnya 111 lulusan program magister terdiri dari prodi Ilmu Agama Islam 11 orang, Hukum Keluarga 14 orang, Ilmu Alquran dan Tafsir 1 orang, Pendidikan Agama Islam 23 orang, Ekonomi Syariah 32 orang, Pendidikan Bahasa Arab 7 orang, Komunikasi dan penyiaran Islam sebanyak 23 orang.

Dengan bertambahnya 111 alumni baru tersebut, maka Pascasarjana UIN Ar-Raniry sampai saat ini telah menghasilkan 1.970 orang magister dan 140 orang doktor, sehingga total berjumlah 2.110 alumni.

S2 KPI Raih Akreditasi Baik Sekali

Lebih lanjut, Dr Mustafa mengungkapkan, hal yang sangat membanggakan Pascasarjana UIN Ar-Raniry saat ini antara lain Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang nahkodai Dr. A Rani Usman, bersama Sekretarisnya Azman, telah berhasil meraih predikat akreditasi baik sekali.

“Prodi S2 KPI Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh telah meraih predikat akreditasi baik sekali dengan penilaian akreditasi prodi 4.0 berbasis Sembilan kriteria, ini akreditasi perdana bagi prodi KPI dan menjadi sejarah yang pertama terjadi di UIN Ar-Raniry,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk meraih akreditasi tersebut, yang dinilai oleh BAN-PT antara lain, meliputi visi dan misi, tujuan dan sasaran, tata pamong, tata kelola dan kerjasama, mahasiswa, sumber daya manusia, keuangan, sarana, dan prasarana, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, luaran dan capaian tridharma perguruan tinggi.

Ketua Prodi KPI pascasarjana UIN Ar-Raniry, Dr. Abdul Rani Usman, mengungkapkan rasa bangga kepada alumni perdana Komunikasi dan Penyiaran Islam, dengan jumlah 23 orang merupakan angka yang sangat membanggakan untuk perdana ini.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan, tim yang membantu proses akreditasi, para mitra kerja serta semua pihak yang terlibat dalam pengusulan akreditasi prodi S2 KPI, dan Alhamdulillah berhasil meraih peringkat Baik Sekali dengan berbasis akreditasi 4.0 dengan Sembilan kriteria,” ujarnya.

Kepada alumni perdana, Rani berpesan agar dapat mengamalkan ilmu yang dimiliki ditempat pengabdiannya masing-masing dan masyarakat dan menjaga nama baik almamater serta terus membantu peningkatan kualitas prodi untuk masa akan datang. [ril]

Total
1
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Butuh Kekompakan Bangun Aceh

Next Article

Dosen Almuslim Bireuen sebut Data Kemiskinan BPS Membingungkan

Related Posts