Usai Terpantau Selama Dua Pekan, Buronan Kasus Narkotika Menyerahkan Diri

Konferensi pers di Kantor Kejati Aceh, Selasa (26/1/2021) terkait penyerahan diri seorang buron kasus narkotika. (Foto/Muhammad)

Banda Aceh, readers.id – Khairil, seorang buronan Kejaksaan Negeri Aceh Timur menyerahkan diri Kejaksaan Tinggi Aceh, di Banda Aceh, Selasa (26/1/2021). Ia merupakan satu dari 12 terpidana kasus tindak pidana narkotika yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Dia menyerahkan diri kepada Tim Tabu (Tangkap Buronan) Kejaksaan Tinggi Aceh tepatnya pada 01.00 WIB dini hari,” kata Kepala Kejati Aceh, Muhammad Yusuf dalam konferensi pers di Kantor Kejati Aceh, Selasa (26/1/2021).

Khairil merupakan terpidana tindak pidana narkotika yang terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia juga bagian dari komplotan dua buronan dalam kasus yang sama dan telah ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Aceh.

Ada 12 tersangka dalam satu kasus narkotika yang ditangani Kejaksaan Negeri Aceh Timur. Satu orang kemudian bebas sesuai putusan, satu orang telah dieksekusi, dua orang ditangkap usai dinyatakan buron, dan terakhir, terpidana Khairil yang menyerahkan diri.

“Sisa buronan dari kasus ini tinggal delapan orang masih buron, sementara total yang sudah kami tangani dan selesaikan buronan ini ada empat orang,” imbuhnya.

Sebelum menyerahkan diri, Khairil sempat beberapa kali terpantau oleh Tim Tabur berada di kawasan Banda Aceh dan Aceh Timur selama dua pekan. Terakhir, pada Senin (25/1/2021) malam, tim melihatnya melintas di kawasan Saree, Aceh Besar menuju Banda Aceh. Tepat pada Selasa, dini hari, terpidana kasus narkotika itu pun menyerahkan diri ketika berada di kawasan Batoh.

“Ia (Khairil) satu-satunya yang menyerahkan diri. Mungkin hati nuraninya menyuruh untuk menyerahkan diri,” kata Yusuf lagi.

Sementara itu, terkait jumlah buronan yang masuk DPO Kejaksaan Tinggi Aceh secara keseluruhan masih ada 44 orang lagi. Jumlah tersebut, ujar Yusuf, didominasi kasus korupsi.

“Dari 44 ini, ada beberapa kasus korupsi. Jadi saya tidak jelaskan secara detail,” ungkapnya.

Kejati Aceh mengimbau kepada para buronan supaya menyerahkan diri, karena pihaknya sampai saat ini masih terus memantau keberadaan buronan tersebut.

Total
2
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
jangan terpengaruh hoaks vaksinasi

Jadi Garda Depan Vaksinasi, Tenaga Kesehatan Jangan Terpengaruh Hoaks

Next Article
Jejak Islam di Gampong Pande

Jejak Gampong Pande Kawasan Khusus Masa Kesultanan Aceh

Related Posts