Vaksin Nusantara Buatan Terawan Masuk Uji Klinis Fase 2

Hotli simanjuntak | readers.ID

Anggota Komisi lX DPR RI menyatakan bersedia menjadi relawan uji klinis fase 2 vaksin nusantara yang digagas dan dikembangkan oleh Terawan Agus Putranto sejak menjabat menteri kesehatan.

Hal itu diungkap Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena usai mengunjungi Rumah Sakit Dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, yang menjadi lokasi uji klinis fase 2 vaksin nusantara, kemarin.

“Semua anggota Komisi IX yang hadir bersedia untuk relawan uji klinis fase 2 Vaksin Nusantara,” kata Melki dikutip dari CNNIndonesia.

Sejumlah anggota Komisi IX DPR yang ikut dalam kunjungan itu antara lain Abidin Fikri dari Fraksi PDI Perjuangan, Darul Siska Fraksi Partai Golkar, Fadholi dari Fraksi Nasdem, Ade Riski Pratama dari Fraksi Gerindra, dan Nurul Yasin dari Fraksi PKB.

Melki menambahkan, tim peneliti memaparkan vaksin Nusantara aman untuk semua golongan, termasuk bagi warga yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan anak-anak.

“Lebih dari 30 orang yang diuji klinis tahap satu itu hasilnya aman dan tidak menimbulkan efek dan gejala apapun yang membahayakan. Dan hasil penelitian dari antibodinya atau imunogenitas atau kemampuan untuk menghasilkan daya tahan tubuh terhadap Covid-19 itu juga tinggi,” kata dia.

Melki menyampaikan hasil pemaparan dari tim peneliti vaksin Nusantara yang menggunakan metode pengambilan sampel darah dari calon penerima vaksin. Selanjutnya sampel tersebut diletakkan ke alat khusus untuk kemudian dipertemukan dengan antigen.

Kemudian, sampel darah tadi dibiarkan selama sepekan untuk menghasilkan antibodi sebelum disuntikkan kembali kepada penerima vaksin Nusantara setelah menghasilkan antibodi untuk melawan virus corona.

“Di dalam proses dan darah itu tadi akan menghasilkan semacam antibodi dan vaksin sendiri yang berasal dari orang tersebut,” kata Melki.

Meski begitu, ia mendorong agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera mengecek hasil temuan dari uji klinis fase 1 Vaksin Nusantara.

Komisi IX DPR mendorong agar BPOM tidak hanya menunggu laporan dari setiap tahapan uji klinis namun turut terlibat memastikan pembuatan Vaksin Nusantara tersebut memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku.

“Dalam rangka menjaga keamanan dan reputasi dari vaksin ini agar setiap tahapan betul dan memastikan bahwa semua kendala yang dihadapi bisa kami bantu dalam fungsi pengawasan,” kata Melki.

Komisi IX, lanjut dia, memastikan akan mengawal pengembangan vaksin Nusantara buatan anak bangsa. vaksin COVID-19 ini dibuat secara personal dan buatan anak bangsa.

Dia menambahkan, pihaknya mendorong percepatan dalam pengembangan vaksin Nusantara berdasarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Produksi dan Penggunaan Obat dan Alat Kesehatan Dalam Negeri.

“Kalau misalnya data dari tim peneliti setelah dicek lebih lanjut oleh BPOM memenuhi ketentuan pembuatan vaksin yang aman dan berkhasiat, maka bangsa Indonesia bisa merayakan dengan suka cita temuan ini,” ujar dia.[acl]

Total
8
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Ada Papan Bunga Nyeleneh Ucapan Selamat Aceh Termiskin Depan Kantor Gubernur

Next Article

Mengaku Kenal Pejabat Dinas Arsip, Oknum Cleaning Service Kini Buron Kasus Penipuan

Related Posts