Vietnam Luncurkan Kode Etik untuk Pengguna Media Sosial

3D Logo Facebook ditempatkan pada keyboard dalam ilustrasi yang diambil pada Rabu (25/3/2020). ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/am.

Vietnam meluncurkan pedoman nasional tentang perilaku dalam menggunakan media sosial pada Jumat (18/6/2021) yang mendorong orang untuk mengunggah konten positif tentang negara Asia Tenggara tersebut dan mengharuskan pegawai negeri untuk melaporkan “informasi yang bertentangan” kepada atasan mereka.

Kode etik tersebut melarang unggahan yang melanggar hukum dan “memengaruhi kepentingan negara” dan berlaku untuk organisasi negara, perusahaan media sosial serta semua penggunanya di Vietnam.

“Pengguna media sosial didorong untuk mempromosikan keindahan pemandangan, orang, dan budaya Vietnam, dan menyebarkan cerita baik tentang orang-orang yang baik,” demikian kode etik tersebut berbunyi, yang tertuang dalam keputusan kementerian informasi tertanggal 17 Juni.

Tidak jelas sejauh mana keputusan tersebut mengikat secara hukum, atau bagaimana ketentuan itu akan ditegakkan.

Partai Komunis yang berkuasa di Vietnam memberikan toleransi terhadap sedikit kritik, mempertahankan kontrol ketat atas media dan dalam beberapa tahun terakhir memimpin tindakan keras yang intensif terhadap para pembangkang dan aktivis, beberapa di antaranya menjalani hukuman penjara yang lama akibat unggahan di Facebook dan YouTube yang dimiliki Google.

Pada November tahun lalu, laporan eksklusif Reuters mengatakan bahwa pihak berwenang Vietnam telah mengancam akan menutup Facebook jika raksasa media sosial itu tidak tunduk pada tekanan pemerintah untuk melakukan sensor terhadap lebih banyak konten politik lokal di platform tersebut.

Vietnam adalah pasar utama untuk Facebook, yang melayani sekitar 60 juta pengguna di negara itu dan menghasilkan pendapatan hampir 1 miliar dolar, menurut sumber yang mengetahui angka tersebut.

Kode baru mengharuskan penyedia media sosial di Vietnam untuk “berurusan dengan pengguna sesuai dengan hukum Vietnam” ketika diminta oleh pihak berwenang untuk menghapus konten dari platform mereka.

Ini mendorong pengguna media sosial untuk membuat akun menggunakan identitas asli mereka, berbagi informasi dari sumber resmi, dan menghindari mengunggah konten yang melanggar hukum, mengandung bahasa yang buruk, atau mengiklankan layanan ilegal.

Pada Januari, pengguna media sosial Vietnam menggunakan laporan cuaca palsu dan skor sepak bola sebagai sarana kreatif untuk membahas perselisihan kepemimpinan Partai Komunis setelah larangan resmi terhadap spekulasi menjelang kongres Partai.[acl]

Sumber: Reuters/ Antara

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Zulkifli Hasan Dukung Erick Thohir Maju di Pilpres 2024

Next Article

Pekan Ketiga Juni 2021 Terjadi 26 Gempa di Sumut-Aceh

Related Posts