Wisata Humaira, Wahana Alam Tersembunyi di Aceh Besar

Suasana asri yang menyelimuti Wahana Alam Humaira, di kawasan Lhoong, Aceh Besar. (Adam Zainal | readers.ID)

Desir angin gunung berembus ke pematang sawah, melambaikan biji-biji padi yang sedang menguning. Matahari begitu terik di siang itu, menghangat di sekujur alam eksotis Desa Pudeng, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.

Dari ratusan meter jarak tempuh di sepanjang jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh, tersimpan sebuah wahana alam dengan pepohonan yang menjulang. Di celah hutan itu, mengalir air sungai yang sejuk, berwarna biru muda mengilau. Derasnya membelah bebatuan besar, sehingga memancing daya tarik bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Beberapa pengunjung tampak sedang menikmati dan memotret pemandangan sungai menggunakan gawai. Sebagian berleha-leha di atas bebatuan besar di bantaran sungai.

Wahana wisata alam itu bernama Humaira, dikelola oleh seorang lelaki yang akrab disapa Yah Cut. Saat ditemui readers.ID, Selasa (16/2/2021), ia mengisahkan semula tempat itu merupakan tempat orang-orang kampung mandi.

“Dulu menantu saya sering mandi di sini. Awalnya ini bukan tempat wisata umum. Namun, setelah banyak orang yang datang ke sini kami mengelola tempat ini menjadi tempat wisata,” kata Yah Cut.

Dia menambahkan, nama Humaira itu diambil dari nama cucunya. Ide membuka wisata ini muncul dari sang ayah. “Maka kami beri nama wisata ini dengan nama Wisata Humaira”.

Kondisi alam yang masih asri diselingi sungai kecil yang jernih menjadi modal awal bagi Yah Cut untuk membuka dan mengelola wisata alam yang baru setahun ini diluncurkan.

“Yang kita manfaatkan di sini adalah potensi alamnya yang masih segar dan asri,” kata lelaki itu.

Selama dibuka, tambah Yah Cut, banyak pengunjung yang datang ke tempat itu. Umumnya para pengujung menikmati hari libur bersama teman, kerabat serta sanak famili.

“Biasa kalau hari Sabtu dan Minggu pengunjung mencapai 500-an orang,” katanya.

Tak hanya itu, belakangan mulai datang pengunjung dari Aceh Barat Daya, Meulaboh, Lhokseumawe dan Bireuen. Kalau pengunjung dari Aceh Besar hampir setiap Sabtu-Minggu memanjakan mata dengan wisata alam ini.

Namun, jelas Yah Cut, selama pandemi jumlah wisatawan mulai berkurang. Hanya pengunjung dari kampung-kampung sekitar saja yang menyambangi tempat itu. Tapi, dia tetap optimis di tahun 2021 ini akan banyak pengunjung yang datang.

Untuk para pecinta alam yang ingin menikmati kesegaran hutan dan sungai secara kasat mata, Wisata Humaira adalah jawabannya.

Selain tempatnya yang asri, biaya masuk ke wahana ini juga terjangkau.

Kita tak perlu merogoh kocek besar, hanya membayar retribusi parkir kendaraan, semata untuk biaya perawatan dan kebersihan.

Sejauh ini, Yah Cut menuturkan, pihaknya berharap pemerintah dan pihak terkait ikut berkontribusi serta mempromosikan Wisata Humaira. Sebab, sampai hari ini ia masih membenahi ruang-ruang yang nanti akan difungsikan di kemudian hari.

“Kami masih berbenah dan meniti tempat ini sebaik dan senyaman mungkin,” tukas Yah Cut.

Harapannya, Wisata Humaira dapat memberikan kesan baik dan kenyamanan bagi pengunjung, serta memberikan rasa kepuasan yang berbeda.

Total
6
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Pemerintah Aceh Siapkan 2.100 Kuota Beasiswa 2021

Pemerintah Aceh Siapkan 2.100 Kuota Beasiswa 2021

Next Article
BMKG Ingatkan Cuaca Panas Mudah Kebakaran di Aceh

BMKG Ingatkan Cuaca Panas Mudah Kebakaran di Aceh

Related Posts