Zona Kuning di Aceh Belum Aman dari Penularan Virus Corona

Penumpang Pesawat Usia 5 Tahun ke Atas Wajib Tes Covid-19
Seorang vaksinator di Aceh sedang menyuntik vaksin pada seorang Nakes di Banda Aceh. Hotli Simanjuntak | readers.id

Wilayah zona kuning Covid-19 atau zona risiko rendah peningkatan kasus di Aceh, dipastikan belum benar-benar aman dari ancaman pandemi virus corona. Satgas diminta tetap melakukan testing dan tracing secara agresif untuk menemukan kasus-kasus baru.

“Penyebaran di zona kuning dalam kategori terkendali, namun tetap ada kemungkinan terjadi transmisi,” kata jubir Satgas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam keterangannya Senin (15/2/2021).

Saifullah menjelaskan, di daerah zona kuning masih ditemukan kasus konfirmasi Covid-19. Yaitu berasal dari transmisi orang yang menunjukkan gejala virus corona,  meski belum ada hasil konfirmasi laboratorium (imported case) tapi masih mungkin terjadi. Begitu juga transmisi antara anggota keluarga, meski klaster baru sudah terkendali, katanya.

Saifullah mencontohkan, seperti  empat kasus Covid-19 terbaru pada Minggu (14/2/2021). Seorang warga Aceh Timur dan satu warga Pidie,  kedua kabupaten ini termasuk daerah zona kuning di Aceh, bersama Aceh Barat Daya, Bireuen, Aceh Tenggara, Simeulue, Aceh Selatan, Nagan Raya, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Singkil, dan Aceh Jaya.

Sedangkan dua lainnya satu orang warga Aceh Barat dan satunya lagi warga Aceh Besar. Aceh Barat dan Aceh Besar merupakan zona oranye,  bersama Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Kota Subulussalam, Sabang, Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Kota Langsa.

“Masyarakat di kedua zona ini harus mengetahui kondisi daerahnya dengan harapan dapat meningkatkan partisipasi dan kerja sama memperbaiki situasi pandemi bersama Satgas Covid-19,” ujarnya.

“Testing dan tracing oleh Satgas membutuhkan partisipasi dan kerja sama yang baik semua stakeholder di daerah, untuk naik kelas ke zona hijau,” tambah Saifullah.

Sementara itu, selain mendukung testing dan tracing yang dilakukan petugas, masyarakat sendiri harus tetap waspada melindungi diri dan keluarga dengan cara menjalankan protokol kesehatan dengan benar. Menjaga jarak saja tanpa memakai masker akan sia-sia. Begitu juga sebaliknya.

“Praktik 3M harus simultan, menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan, agar efektif mencegah terinfeksi dengan virus corona,” tutur Saifullah.

Secara akumulatif positif Covid-19 hingga saat ini telah mencapai sebanyak 9.403 orang. Rinciannya, masih dirawat 1.284 orang, telah sembuh 7.739 orang, dan meninggal dunia sebanyak 380 orang.

Total
15
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article
Dewan Pimpinan Pusat Pergerakan Generasi Muda Indonesia (DPP-PGMI) secara tegas menolak pelaksanaan Pilkada Aceh pada 2022, tetapi harus dilaksanakan serentak pada 2024 bersamaan pemilihan legislatif dan presiden.

PGMI Menolak Pilkada Aceh Digelar 2022

Next Article

OTK Mengaku Kapolsek Peras Warga Untuk Bebaskan Kepala Desa

Related Posts