Pencabulan Anak

Seorang Kakek Diserahkan ke Polisi di Aceh Timur

Saat itu tersangka mengakui perbuatannya bahwa telah melakukan pelecehan seksual terhadap korban.

Waktu Baca 2 Menit

Seorang Kakek Diserahkan ke Polisi di Aceh Timur
Pelaku berinisial RW pelaku pencabulan anak dibawah umur mengunakan baju tahanan di Polres Aceh Timur

ACEH TIMUR, READERS – Sejumlah tokoh masyarakat salah satu Gampong di Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur menyerahkan seorang kakek berinisial RW (66) ke Polsek Peureulak Timur, Sabtu (7/5/2022) lalu.

RW diduga sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap seorang anak dibawah umur berinisial B (13) warga Kecamatan Peureulak Timur. Setibanya di Polsek Peureulak Timur, tersangka dibawa ke  Polres Aceh Timur untuk dilakukan penahanan.  

“Benar, kami telah menerima tersangka pelaku jarimah pelecehan seksual terhadap anak dengan inisial RW yang diserahkan perangkat desa," Reskrim Polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono, Rabu (11/05/2022). 

Miftahuda mengatakan tersangka juga menjanjikan akan membelikan handphone untuk korban dan kejadian pelecehan seksual tersebut berlangsung sejak tahun 2021, setidaknya telah terjadi tiga kali. 

"Saat ini pelaku sudah kami lakukan penahanan," katanya. 

Miftahuda menjelaskan pada Sabtu (07/05/2022) sekira pukul 08.00 WIB, tersangka RW mendatangi ibu korban dan mengatakan bahwa Bunga sudah ditiduri oleh JT. 

“Mendengar keterangan dari tersangka, ibu korban kemudian menanyakan kebenaran informasi yang dikatakan oleh tersangka. Namun korban mengatakan yang meniduri dirinya bukan JT melainkan tersangka RW,” sebut Kasat Reskrim. 

Mendengar pengakuan putrinya, Ibu korban merasa keberatan dikarenakan putrinya masih anak di bawah umur, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa. 

Dari laporan ibu korban, perangkat Desa langsung mencari keberadaan tersangka dan setelah ditemukan tersangka diinterogasi terkait peristiwa tersebut. Saat itu tersangka mengakui perbuatannya bahwa telah melakukan pelecehan seksual terhadap korban.

"Terhadap pelaku kami persangkakan Pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman hukuman penjara paling lama 90 bulan,” pungkasnya. 

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...