Polisi Ringkus 8 Orang Pemerkosa Anak di Bawah Umur di Bener Meriah

Hal itu terungkap usai Kepolisian Resor Bener Meriah menggelar Konferensi pers terkait pengungkapan Kasus Jarimah Pemerkosaan, pelecehan seksual dan ikhtilat terhadap anak di bawah umur di halaman Kantor Satreskrim Polres Bener Meriah, Sabtu (21/5/22).

Waktu Baca 3 Menit

Polisi Ringkus 8 Orang Pemerkosa Anak di Bawah Umur di Bener MeriahIst
Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto, S.I.K. dalam konperensi pers di halam Polres Bener Meriah. Sabtu (21/5/2022).

REDELONG, READERS – Segerembolan anak muda, tepatnya 8 pelaku melakukan pemerkosaan terhadap dua orang anak di bawah umur di Kabupaten Bener Meriah diringkus polisi.

Hal itu terungkap usai Kepolisian Resor Bener Meriah menggelar Konferensi pers terkait pengungkapan Kasus Jarimah Pemerkosaan, pelecehan seksual dan ikhtilat terhadap anak di bawah umur di halaman Kantor Satreskrim Polres Bener Meriah, Sabtu (21/5/22).

Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto, S.I.K., mengungkapkan bahwa delapan orang diduga sebagai pelaku dalam kasus tersebut dan korbannya merupakan dua orang anak perempuan di bawah umur dengan usia 15 dan 16 tahun. 

Adapun para pelaku tersebut merupakan para remaja dengan masing-masing inisial AR (22), ZR (22), WS (22), MK (22), ESP (24), SP (24), dan BH (19) dan seorang lagi masih di bawah umur.

Lebih lanjut Indra menjelaskan, kedelapan pelaku melancarkan aksi bejatnya itu di sebuah gudang durian di salah satu Kecamatan di Kabupaten Bener Meriah itu.

Disampaikan, kejadian tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak Selasa hingga Kamis (17-19/5/2022). Selanjutnya, pihak kepolisian mendapat laporan dari orang tua korban sehingga dengan cepat Polisi menangkap kedelapan pelaku pada hari Kamis (19/5/22) sekitar pukul 15:00 WIB.

"Kedelapan pelaku menggilir dua korban yang merupakan anak perempuan di bawah umur," kata AKBP Indra Novianto.

Saat ini, katanya, pihak kepolisian yakni unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Bener masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedelapan pelaku dan saksi-saksi.

"Jika terbukti bersalah, pelaku akan di jerat dengan pasal 50 Jo 47 Jo 26 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat Jo Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak, dengan ancaman hukuman denda 2000 gram mas murni dan penjara paling lama 200 Bulan," tutur AKBP Indra dalam acara Konferensi pers tersebut.

Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian juga mengamankan beberapa barang bukti berupa baju, celana jilbab dan pakaian lain milik korban.

Konferensi dipimpin langsung oleh  Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto, S.I.K, didampingi Waka Polres Bener Meriah Kompol Adi Sopian S.H, M.M, Kabag Ops Polres Bener Meriah Kompol Syabirin, S.H, M.Si, Kasat Reskrim Polres Bener Meriah AKP Erjan Dasmi, S.T.P dan Kasi Humas Polres Bener Meriah Ipda Kemat, S.H.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...