Selama Ramadan, Lonjakan Sampah Masuk ke TPA Capai 8742.56 Ton

Dari data yang dihimpun media ini selama tahun 2022 yakni, Januari mencapai 7809.46 ton, Februari 7072.68 ton, Maret 8192.59 ton, April (bulan puasa) 8742.56 ton, sementara pada bulan Mei yang berjalan mencapai 958.73 ton.

Waktu Baca 3 Menit

Selama Ramadan, Lonjakan Sampah Masuk ke TPA Capai 8742.56 TonReaders.ID
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Gampong Pande Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh. (Readers.ID/Junaidi)

BANDA ACEH, READERS – Tidak seperti bulan-bulan biasanya, selama Bulan Ramadan masuknya sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Gampong Pande Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh mengalami lonjakan mencapai 8742.56 Ton.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh, Hamdani, SH, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Asnawi Z, ST.,M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/5/2022).

“Selama Bulan Ramadan sampah meningkat, terlebih usai Pandemi Covid-19 ini,” kata Asnawi kepada READERS.

Dari data yang dihimpun media ini selama tahun 2022 yakni, Januari mencapai 7809.46 ton, Februari 7072.68 ton, Maret 8192.59 ton, April (bulan puasa) 8742.56 ton, sementara pada bulan Mei yang berjalan mencapai 958.73 ton.

Pun demikian, pihak DLHK Kota Banda Aceh tetap melakukan yang terbaik dalam pengelolaan sampah salah satunya dengan program sistem Waste Collecting Point (WCP) yang ditempatkan di pemukiman-pemukiman atau di Gampong-gampong (desa) di Kota Banda Aceh.

“Jadi sampah-sampah rumah tangga itu dikumpulkan oleh kelompok yang sudah dibentuk di 16 gampong yang kini telah mempunyai 35 depo. Di mana sampah dipilah sesuai dengan jenisnya dan selanjutnya di bawa ke depo yang ada labelingnya,” tambahnya.

Sampah-sampah tersebut seperti sampah plastik, botol atau sampah-sampah yang masih dapat dimanfaatkan dan punya nilai jual ekonomis.

Kemudian dari pihak DLHK mengangkut sampah-sampah tersebut setelah siap dilakukan penimbangan dan dicatat dalam buku tabungan. 

“Untuk sistem mengambil hasil tersebut, mereka bisa mengambil dalam bentuk uang atau dalam bentuk sembako juga bisa,” ucapnya.

Dari itu Asnawi mengajak masyarakat Kota Banda Aceh untuk berpartisipasi dan bekerja sama dalam mendukung pengurangan sampah, “agar sampah-sampah yang bernilai ekonomis masih dapat dipergunakan selain sampah jenis residu,” pintanya.

Tentunya dengan dukungan partisipasi masyarakat kota Banda Aceh, akan mampu mengurangi sampah yang residu masuk ke TPA.

Sementara itu, salah satu petugas pengangkut sampah Samsul mengungkapkan, dalam sehari pengangkutan sampah ke TPA di Gampong Pande, Kota Banda Aceh berlangsung selama dua kali, yakni pagi dan siang hari.

“Dalam satu mobil muatan sampah mencapai dua ton, dan mobil yang terlibat mengangkut sampah mencapai 40 unit lebih,” katanya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...