Penjelasan DKP Mengenai Empat Pulau Aceh di Singkil Dicaplok Sumut

Salah satu upaya mempertahankan pulau-pulau di sana yang merupakan wilayah Aceh, pemerintah Aceh membangun gapura dan tugu-tugu di empat pulau itu sejak lama.

Waktu Baca 3 Menit

Penjelasan DKP Mengenai Empat Pulau Aceh di Singkil Dicaplok Sumut
Pulau Banyak, Aceh Singkil. Foto RRI

BANDA ACEH, READERS – Empat pulau di kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil diklaim dan dicaplok Provinsi Sumatera Utara.

Keempat pulau tersebut adalah Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Pulau Lipan dan Pulau Panjang.

Pun demikian, terjadinya klaim ini sudah berlangsung sejak lama. Namun pihak pemerintah Aceh akan terus memperjuangkan dan mempertahankan keberadaan pulau-pulau di Aceh Singkil tersebut.

Salah satu upaya mempertahankan pulau-pulau di sana yang merupakan wilayah Aceh, pemerintah Aceh membangun gapura dan tugu-tugu di empat pulau itu sejak lama.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman menyampaikan hingga kini pemerintah Aceh sangat konsen untuk mempertahankan keberadaan empat pulau yang diklaim Pemerintah Sumut. Sejumlah upaya pun telah dilakukan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Gubernur Aceh telah beberapa kali menyurati Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar memfasilitasi keberadaan pulau yang sebenarnya berada dalam administrasi wilayah Aceh.

“Upaya-upaya yang telah dilakukan Gubernur Aceh khusus untuk mempertahankan empat pulau dimaksud, setidaknya telah menyurati Mendagri sebanyak enam kali sejak 21 Des 2018 hingga 22 April 2022," kata Aliman seperti dilansir dari infoaceh.id, Minggu (22/5/2022).

Terakhir, kata Aliman, Surat Gubernur Aceh no.125.1/6371 tgl 22 April 2022 tentang permohonan keberatan atas Kepmendagri 050-145 tahun 2022.

Pemerintah Aceh akan melalukan upaya semaksimal mungkin agar Kepmendagri tersebut dapat segera direvisi, sehingga ke empat pulau itu bisa kembali menjadi wilayah administrasi Aceh.

DKP Aceh selaku salah satu dinas teknis yang terkait dengan pengelolaan pulau-pulau kecil, telah turun ke lapangan untuk melihat secara langsung keberadaan 4 pulau dimaksud pada Kamis-Jumat (19-20/5/2022).

Kunjungan itu dilakukan guna mengidentifikasi kemungkinan kegiatan-kegiatan yang bisa dan perlu dilakukan di pulau tersebut guna mempertegas keberadaan identitas Aceh di pulau-pulau itu.

Saat ini telah ada patok dan penanda yang telah dibangun pemerintah Aceh di pulau tersebut pada tahun 2012.

Selain itu, agar pulau tersebut tidak diklaim, pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Singkil terus mendirikan bangunan serta rumah singgah para nelayan di sana, yakni di Pulau Panjang. Pulau yang terluas dari keempat pulau di Kecamatan Singkil Utara itu.

”Ini membuktikan bahwa secara de facto Aceh 'menguasai' pulau itu. Bahkan Tim Pemerintah Aceh juga sudah bertemu dengan salah satu ahli waris pulau tersebut yang berada di Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan untuk membicarakan tentang pengelolaan pulau itu dan kita akan bekerja sama dengan ahli waris untuk menempatkan orang Aceh yang ber-KTP Aceh di pulau tersebut,” pungkas Aliman.

Sumber:infoaceh.id

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...