Apkasindo Berharap Kadin Aceh Dipimpin Kalangan Pengusaha Investor

Fadhli mengatakan, pengusaha kontraktor dinilai kurang efektif memimpin Kadin Aceh. Hal itu dikarenakan posisinya yang mendapatkan pekerjaan dari proyek pemerintah, baik itu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA), dan bahkan proyek APBK.

Waktu Baca 4 Menit

Apkasindo Berharap Kadin Aceh Dipimpin Kalangan Pengusaha InvestorIst
Sekretaris DPW Apkasindo Aceh, Fadhli Ali.

BANDA ACEH, READERS – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh mengharapkan kalangan pengusaha investor terpilih menjadi ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Aceh pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII yang akan digelar pada Juni 2022 mendatang.

“Terkait dengan pemilihan Ketua Kadin Aceh, Apkasindo berharap amanah memimpin Kadin Aceh diberikan pada pengusaha investor bukan pengusaha kontraktor,” kata Sekretaris Apkasindo Aceh, Fadhli Ali kepada READERS, Rabu (11/5/2022). 

Fadhli mengatakan, pengusaha kontraktor dinilai kurang efektif memimpin Kadin Aceh jika dibandingkan dengan pengusaha investor.

Hal itu dikarenakan posisi pengusaha kontraktor yang mendapatkan pekerjaan dari proyek pemerintah, baik itu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA), dan bahkan proyek APBK. 

“Pengusaha model inilah yang saya perhatikan memimpin Kadin Aceh selama ini. Apakah itu boleh? Tentu saja boleh setiap orang berhak jika mereka memenuhi kriteria yang dibuat oleh Pansel dalam suksesi di tubuh Kadin,” sebutnya.

Akan tetapi, menurut Fadhli, dunia usaha atau sektor usaha di Aceh tidak menggeliat jika dipimpimpin pengusaha kontraktor. Kegiatan trader dan bisnis secara umum di Aceh tidak mengalami perubahan, di mana Kadin Aceh bergerak tanpa gagasan besar dan tanpa geliat, sehingga kemungkinan terjadi stagnasi.

“Nah, kami sebagai petani sawit berharap amanah ketua Kadin Aceh diberikan pada pengusaha investor, selain dia memiliki kemampuan finansial untuk menginvestasikan uangnya di Aceh juga memiliki gagasan-gagasan besar dalam menghidupkan atau menggerakkan dunia usaha di Aceh,” kata Fadhli.

“Dengan demikian peran Kadin sebagai asosiasi pengusaha terasa berguna dalam memajukan kesejahteraan sosial dalam kehidupan masyarakat Aceh,” tambahnya.

Di samping itu, kata dia, petani kelapa sawit sangat mengarapkan Kadin Aceh yang terpilih nanti mampu mendorong aktivitas ekonomi di pelabuhan utama Aceh, serta mampu mengkonsolidasi dan mengorganisir pengusaha PKS di Aceh agar melakukan ekspor CPO dari pelabuhan yang ada di Aceh.

Aceh, kata Fadhli, memiliki lahan perkebunan kelapa sawit sekitar setengah juta hektare. Namun, hingga saat ini CPO yang dihasilkan oleh 50-an unit pabrik PKS di Aceh diangkut setiap hari ke pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. 

“Biaya atau ongkos angkut mencapai Rp 440/kg CPO dari wilayah Barsela,” katanya.

Jika pelabuhan di Aceh memiliki fasilitas yang mendukung untuk kegiatan pengiriman CPO, misalnya tersedia tangki timbun dan berbagai fasilitas pendukung lainnya maka harga buah sawit atau TBS di Aceh akan terdongkrak naik Rp 75-100/kg.

“Usaha untuk ini sepatutnya jadi perhatian dan konsern Kadin Aceh pada masa yang akan datang,” pungkasnya.

Diketahui, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII pada Juni 2022. Pembukaan pendaftaran calon ketua Kadin Aceh akan dibuka 15 hari sebelum pelaksanaan.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...