Cecah Bajik, Makanan Khas Masyarakat Gayo Saat Ramadan

Cecah Bajik merupakan kudapan khas dan spesial bagi masyarakat Gayo di Aceh. Cecah Bajik ini hanya di buat pada Bulan Ramadan sebagai makanan berbuka puasa. Cecah ini juga tidak bersentuhan dengan minyak goreng sedikitpun, melainkan mentok buah-buah alami yang telah diulek. 

Waktu Baca 7 Menit

<i>Cecah Bajik,</i> Makanan Khas Masyarakat Gayo Saat RamadanTopan
Cecah Bajik (foto Topan)

Masyarakat lokal di Aceh tentu memiliki khas dan ciri budaya yang berbeda. Perbedaan ini mencolok pada kehidupan dan tradisi yang ada. Tidak hanya dari segi seni, namun juga dibedakan dengan beragam makanan khas masing-masing. Cecah bajik dari lingkungan masyarakat Gayo misalnya.

Cecah Bajik merupakan kudapan khas dan spesial bagi masyarakat Gayo di Aceh. Cecah Bajik ini hanya di buat pada Bulan Ramadan sebagai makanan berbuka puasa. Cecah ini juga tidak bersentuhan dengan minyak goreng sedikitpun, melainkan mentok buah-buah alami yang telah diulek. 

Cecah Bajik adalah dua kata yang berbeda makna. Cecah adalah nama lain dari sambal, sedangkan bajik adalah putik nangka yang masih kecil (mutik nangka, Red). 

Dalam arti lain, dinamakan Cecah Bajik bukan berarti hanya satu jenis putik nangka itu saja, melainkan terdapat beberapa campuran buah alami lainnya. Menurut salah seorang pelaku pembuat Cecah Bajik di Takengon, Masdarlela Inen Lis (59), campuran buah yang terdapat pada Cecah Bajik seperti Nenas, Terong Belanda, Jambu Biji (Gelime, Red), pisang muda dan Bajik (putik nangka). 

“Kemudian dicampur dengan bahan lain seperti gula aren, gula putih, dan garam,” ujar guru sekolah di Aceh Tengah ini saat dihubungi media ini beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, katanya, semua buah di cuci bersih, setelah itu ditumbuk dengan Lusung (Gayo Red) atau menggunakan ulekan (Legen, red) pelan-pelan hingga menyerupai sambal. Namun karena perkembangan hari ini sudah canggih, meleburkan bahan alami tersebut juga dapat diolah dengan menggunakan parutan.

Cecah Bajik siap saji,” pungkas warga Desa Gergung Pendere Saril, Aceh Tengah itu.

Beda Cecah Bajik dan Cecah Gayo 

Perlu diketahui, Cecah Bajik di buat dengan proses dan waktu yang berbeda dari cecah-cecah pada umumnya. Cecah Bajik ini hanya dapat ditemui saat bulan Ramadan dan sulit ditemui di hari-hari biasa bahkan tidak ada sama sekali. Kemudian bahan-bahannya hanya berlaku pada beberapa buah-buahan tertentu.

Selain itu, Cecah Bajik ini tidak bersentuhan sama sekali dengan minyak goreng (tidak di goreng). Kemudian tidak sebagai lauk nasi, melainkan kudapan segar yang sehat. 

Sementara Cecah Gayo lainnya seperti cecah terong Belanda, cecah tomat, cecah awal, cecah terasi dan lainnya tentu berbeda dengan Cecah Bajik. Beberapa cecah ini hanya mentok satu bahan utama. Misalnya cecah terong Belanda, maka bahan-bahannya hanya Terong Belanda, dicampur dengan terasi panggang (terasi tunu, red), garam, cabe rawit, bawang dan tidak digoreng. Cecah ini dibuat pada hari-hari biasanya atau khusus pada siang hari. Makan di hari-hari biasa sebagai lauk nasi. Sementara cecah bajik tidak ada bawang dan tidak digoreng, dan hanya dimakan di hari spesial Ramadan.

Menjadi Takjil Saat Bulan Ramadan

Kreativitas anak muda saat ini tidak terlepas dari pengembangan ide-ide baru untuk mengembangkan ekonomi secara bijak. Apapun yang memungkinkan untuk dilakukan, tentu akan memberi peluang usaha yang menarik, termasuk Cecah Bajik ini.

Kini, Cecah Bajik juga telah diperdagangkan di tengah masyarakat Gayo, khususnya di Takengon. Seperti yang dilakukan salah seorang pedagang, Mauriaza Taupan. Taupan atau akrab disapa Topan ini menyebut, dirinya juga tidak pernah membayangkan kalau pada bulan Ramadan menjadi ladang rezeki bagi keluarganya. Pasalnya banyak konsumen yang minat dengan kudapan khas buatan keluarganya itu.

Sebelum berjualan Cecah Bajik, menurut pria kelahiran 16 Maret 1985 tersebut mengungkapkan, Cecah Bajik ini telah menjadi menu wajib saat berbuka puasa di lingkungan keluarganya. 

Pada 2021 lalu, sebut Topan, bermula dari permintaan masyarakat yang ingin dibuatkan Cecah Bajik kepada keluarga Topan. Namun tanpa diduga, permintaan itu tampak terus-menerus diminta untuk dibuatkan. Dari itu juga ia terdorong dan muncul ide bagus untuk menjual Cecah Bajik kepada masyarakat luas khususnya di wilayah Takengon.  

Pada bulan Ramadan itu juga, Topan mulai menjual Cecah Bajik. Hasil jualan itu membuat masyarakat Gayo banyak yang doyan hingga akhirnya memutuskan untuk setiap hari menjualnya. Ia menyebut, peminat makanan khas ini juga cukup banyak.

“Dulu ada orang yang pesan dan akhirnya mencoba untuk menjualnya. Alhamdulillah semakin hari semakin banyak peminat Cecah Bajik,” ujar Topan kepada READERS, Sabtu (16/4/2022).

Dari tahun 2021 hingga sekarang, Topan terus rutin memperdagangkan cecah bajik bersamaan dengan beberapa bukaan segar lainnya seperti air kelapa dan air tebu di Pendere Saril Ujung Jembatan Mesjid Ridwan Tan Saril Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Untuk menemui tempat ini dapat mencari The Ghutel Kelapa Muda milik Topan. Bahkan kalau untuk memesan, bisa menghubungi Topan lewat WhatsApp (0821-9991-8057).

Demikian sekilas ulasan mengenai Cecah Bajik bagi masyarakat Gayo. Umumnya, mendengar Cecah Bajik ini tentu akan menggiring seseorang pada makanan khas yang hanya ditemui pada bulan puasa.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...