IDI Aceh: Organisasi Profesi Kesehatan Harus Menjadi Corong Edukasi

Lansia Enggan Vaksinasi Covid-19, Ini Saran Psikolog
Vaksin Sinovac. readers.id | Hotli Simanjuntak

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh, dr Safrizal Rahman mengajak seluruh organisasi profesi menjadi corong edukasi untuk masyarakat terkait vaksinasi Covid-19.

Hal itu disampaikan dr Safrizal kepada readers.ID, Senin, (8/2/2020). Menurutnya, vaksin Covid-19 adalah program dunia, di Indonesia sendiri menjadi program pemerintah. Ditandai dengan presiden yang menjadi orang pertama divaksin.

“Sementara di Aceh gubernur Nova Iriansyah menjadi orang pertama yang divaksin,” katanya.

Di samping itu dr. Rahman menuturkan aparatur sipil negara (ASN) merupakan bagian terintegrasi dengan pemerintah harusnya berada di garda terdepan mendukung vaksinasi.

“Sudah selayaknya ASN mendukung program vaksinasi ini supaya berjalan lancar dan menjadi contoh untuk masyarakat,” timpalnya.

Di lain sisi, tambah dr Safrizal kondisi kurangnya partisipasi tenaga kesehatan terhadap vaksin ini bisa jadi karena sosialisasi terkait vaksinasi tidak menyeluruh.

“Bisa jadi sosialisasi yang dilakakun oleh organisasi profesi dan pemerintah masih belum merata,” paparnya.

Dia menambahkan banyak nakes dan masyarakat tidak mendapatkan informasi yang benar sebab berselemaknya informasi hoak.

Selain itu dr Safrizal mengatakan banyak tenaga kesehatan yang masih menolak untuk vaksin, bisa jadi karena minimnya informasi.

Sebelumnya, pada diskusi publik yang dilaksanakan readers.ID (4/2/2021) juru bicara (Jubir) Prediden RI Fadjroel Fadjroel Rachman sudah mengatakan untuk membujuk atau meyakinkan masyarakat terhadap vaksin, tidak hanya peran pemerintah semata melainkan kolaborasi dengan berbagai komunitas, akademisi, dunia usaha dan media tentunya.

“Perlu kunci dari semua pihak untuk memenangkan komunikasi terkait vaksin, harus bersama-sama membangun kewarasan digital dengan membangun narasi positif berdasarkan data dan ilmu pengetahuan,” tutur Fadjroel.

Kemudian Fadjroel juga mendorong agar semua pihak bisa mengetahui cara mengecek suatu informasi tentang vaksin itu benar atau salah (hoax).

Sementara itu Aceh menargetkan vaksinasi terhadap 3,7 juta orang. Kelompok prioritas adalah tenaga kesehatan 56.450 orang, tenaga pelayanan publik, TNI, dan Polri 365.294 orang, masyarakat rentan 1.771.014 orang, serta pelaku ekonomi dan warga sipil 1.592.752 orang. Sebanyak 38.680 dosis vaksin telah didistribusi ke kabupaten/kota di Aceh.[acl]

Total
8
Shares

Tinggalkan Balasan

Previous Article

Kapal Yacht La Datcha Sudah Terpantau Sejak 4 Hari Lalu

Next Article
18 WNA di Kapal Yacht La Datcha Dikarantina 14 Hari

18 WNA di Kapal Yacht La Datcha Dikarantina 14 Hari

Related Posts