Penyakit Mulut dan Kaki

Sapi Terpapar PMK di Aceh Tamiang Bertambah

“Jumlah total populasi sapi di Aceh Tamiang 44.495 ekor. Sementara yang terinfeksi 2.813 ekor, dengan kematian mencapai 13 ekor,”

Waktu Baca 2 Menit

Sapi Terpapar PMK di Aceh Tamiang Bertambah
Gambar Ist

ACEH TAMIANG, READERS — Jumlah ternak sapi yang terpapar Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Aceh Tamiang terus bertambah, hingga Sabtu (14/5/2022).

Berdasarkan data perkembangan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Aceh Tamiang, Jumlah sapi terinfeksi PMK bertambah, awalnya 1.881 sapi dipastikan positif PMK kini bertambah menjadi 2.813 sapi positif PMK.

Dari jumlah itu awalnya hanya 11 sapi mati kini bertambah menjadi 13 sapi yang mati dan dipotong paksa 2 sapi.

“Jumlah total populasi sapi di Aceh Tamiang 44.495 ekor. Sementara yang terinfeksi 2.813 ekor, dengan kematian mencapai 13 ekor,” Kata Bupati Aceh Tamiang, Provinsi Aceh,  Mursil  melalui keterangan diterima READERS.

Mursil menyebutkan, terkait pencegahan itu dirinya sudah mengeluarkan surat edaran terkait penanganan PMK. adapun salah satu keterangan tertulis surat itu melarang agen pembeli sapi untuk menjual dan membeli sapi dari dan luar Aceh Tamiang untuk sementara.

Dirinya juga meminta kepada setia camat dan desa untuk pro aktif melaporkan bila ada sapi sakit untuk segera diobati. 

Tim khusus PMK Aceh Tamiang sambung Mursil sudah bekerja sejak temuan pertama sepekan lalu. 

“Diawasi ketat pula perbatasan Aceh Tamiang dengan Sumatera Utara. Sementara tidak boleh ada sapi keluar atau masuk ke Aceh Tamiang,” katanya.

Saat ini, sambung Mursil, pengobatan untuk sapi terinfeksi PMK sudah dilakukan. Sebagian besar hasilnya sapi yang sakit itu cenderung membaik. Dia memastikan untuk vaksin juga telah diminta dari Kementerian Pertanian RI.

“Obat-obatan sudah diberikan. Posko terpadu sudah dibentuk. Kami yakin bisa menangani ini semua dengan segera. Semoga bisa segera normal kembali seluruh sapi itu dan Aceh Tamiang dinyatakan terbebas dari wabah PMK,” pungkasnya.

Wabah PMK merebak di sejumlah daerah di Indonesia. Kementerian Pertanian RI menetapkan Aceh Tamiang sebagai daerah wabah PMK. Sehingga penanganannya dilakukan terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...