Terkait Indikasi Korupsi, Kejari Lhokseumawe Geledah Ruang Direktur Rumah Sakit Arun

“Pengeledahanan ini dilakukan  kuat dugaan pihak Rumah Sakit  ditemukan adanya indikasi korupsi penyimpangan dana operasional pada tahun 2016 hingga 2022,”

Waktu Baca 1 Menit

Terkait Indikasi Korupsi, Kejari Lhokseumawe Geledah Ruang Direktur Rumah Sakit Arun

LHOKSEUMAWE, READERS — Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe melakukan penggeledahan dan penyegelan ruang Direktur PT Rumah Sakit Arun Kota Lhokseumawe terkait kasus penyelewengan dana operasional, Selasa (24/1/2023).

Kejari Lhokseumawe, Mukhlis mengatakan pengungkapan terkait indikasi dugaan kasus penyelewengan dana operasional Rumah Sakit Arun pihaknya bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Pengeledahanan ini dilakukan  kuat dugaan pihak Rumah Sakit  ditemukan adanya indikasi korupsi penyimpangan dana operasional pada tahun 2016 hingga 2022,” katanya.

Mukhlis menyebutkan untuk kerugian belum dapat dipastikan jumlahnya dikarenakan masih dilakukan audit. “ Total kerugian saat ini kita tunggu hasil audit,”katanya.

Mukhlis mengatakan terkait indikasi kasus penyelewengan sudah didapatkan dan juga ditemukan pelanggaran hukum terkait kasus tersebut.

Dia menyebutkan pihaknya belum bisa menyampaikan berapa kerugian negara, karena masih dalam proses audit. Namun, penyelewengan sudah didapatkan dan pelanggaran hukum sangat banyak ditemukan.

Selain itu, PPATK juga sudah menemukan pencucian uang. Bisa-bisa jumlahnya mencapai miliaran. Belum bisa memastikan berapa jumlah kerugian negara dalam dugaan kasus tersebut,karena pihaknya saat ini sedang mengumpulkan data data sementara untuk pemeriksaan.

“Kami  akan terus menelusuri penggunaan dana operasional Rumah Sakit Arun bersama PPATK Pusat untuk hal ini sampai tuntas,”pungkasnya. 

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...